Berita

 Network

 Partner

food estate

Kementerian PUPR Siapkan Sistem Irigasi Food Estate di Humbang Hasundutan

Berita Baru, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, kunci dari program pengembangan food estate adalah ketersediaan air untuk irigasi, bersamaan dengan teknologi pertaniannya. Sinergi perencanaan infrastruktur irigasi dan pertanian yang dilakukan antara Kementerian PUPR bersama Kementan bertujuan untuk mengembangkan food estate yang modern dan terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Kita memang fokusnya untuk menyiapkan food estate yang modern, sehingga nantinya tidak hanya dimanfaatkan saat produksi tetapi juga pasca produksi,” kata Basuki Hadimuljono melalui siaran pers yang diterima Rabu (28/10/2020).

Pembangunan infrastruktur PUPR untuk pengembangan Food Estate Humbahas dilakukan secara bertahap mulai 2020-2023 meliputi Bidang Sumber Daya Air dengan total anggaran Rp406,9 miliar dan konektivitas sebesar Rp619,1 miliar.

Berita Terkait :  BPOM MoU dengan Kemenkop UKM Dukung Pemberdayaan UMKM

Pada TA 2020, anggaran infrastruktur SDA sebesar Rp17,7 miliar yang digunakan untuk penyediaan reservoir air baku untuk lahan hortikultura seluas 200 Ha senilai Rp15 miliar, Survei Investigasi Desain (SID) air baku untuk Blok 2 seluas 1.000 Ha senilai Rp1,5 miliar dan SID penyediaan irigasi hortikultura seluas 30.000 Ha senilai Rp1,2 miliar.

Selanjutnya untuk TA 2021 meliputi lanjutan SID penyediaan irigasi hortikultura seluas 30.000 Ha dan penyediaan air baku bagi 1.000 Ha lahan hortikultura dengan anggaran Rp126,2 miliar. Untuk TA 2022 dan 2023 dikerjakan pengembangan jaringan irigasi hortikultura dengan anggaran Rp263 Miliar untuk lahan seluas 30.000 Ha.

Menanggapi hal itu, Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Jarot Widyoko menjelaskan, sumber air prioritas untuk kawasan Food Estate Kabupaten Humbahas berasal dari 5 aliran sungai yakni Sungai Aek Raru, Aek Pollung, Sitahetek, Rugi-Rugi, dan Sihatunggal. Untuk penyiraman di lokasi tanam dengan memanfaatkan teknologi irigasi perpipaan “big gun sprinkler” yang dibuat di Bandung berbasis Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM)/produk rakyat.

Berita Terkait :  Kementerian PUPR Lakukan Rehabilitasi 52 Gedung Akibat Gempa Bumi Sulbar

“Tahun ini kita mengadakan big gun sprinkler sebanyak 250 unit yang melibatkan 17 UMKM di Bandung. Untuk 1 sprinkler terdiri dari 64 komponen, sehingga juga turut mendukung pemanfaatan produk lokal dalam rangka Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terhadap dampak Pandemi COVID-19,” kata Jarot.

Selain SDA, Kementerian PUPR juga mendukung konektivitas menuju Food Estate berupa peningkatan kulitas jalan utama sepanjang 15,48 Km, pembangunan jalan akses sepanjang 8,9 Km ke lokasi pengembangan 1000 ha, dan jembatan sepanjang 120 meter yang pengerjaannya dilakukan pada 2020-2021. Dilanjutkan TA 2021-2022 berupa peningkatan kulitas jalan utama sepanjang 12,49 Km, pembangunan jalan akses sepanjang 14,91 Km, dan jembatan sepanjang 20 meter.

Berita Terkait :  Realisasikan PKT Rp10 Triliun, Menteri Basuki: Pelaksanaan Sesuai Protokol Physical Distancing

Peningkatan kulitas jalan utama sepanjang 16,1 Km dan pembangunan jalan akses sepanjang 15,6 Km juga dilakukan untuk mendukung pengembangan Food Estate seluas 3.000 Hektare dan Kebun Raya 1.120 Hektare. Konstruksi dilaksanakan pada 2022-2023. (Foto:Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR).