Keis Burdam dan Manisnya Buah Naga dari Papua

Berita Baru, Raja Ampat – Selain memiliki keindahan bawah lautnya yang luar biasa, ternyata kabupaten Raja Ampat juga memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang cukup bagus, misalnya perkebunan buah naga. Siapa sangka bahwa mengelola lahan untuk perkebunan buah naga bisa meningkatkan kesejahteraan bagi pengelolanya, seperti yang dilakukan Keis Burdam.

Burdam adalah salah satu warga Kota Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat. Ditengah kesibukannya sebagai Aparatur Sipil Negara, Keis Burdam memanfaatkan waktu luang untuk mengelola perkebunan buah naga. Berkat ketlatenannya dalam merawat salah satu jenis buah baru ini, kini Burdam tinggal menunggu pemburu buah untuk mengantongi rupiah.

Perkebunan buah naga milik Keis Burdam tidak jauh dari Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat tepatnya di Jalan Waisai-Warsamdin dekat Perumahan Moko Kelurahan Bonkawir. Sekitar 15 menit waktu tempuh menuju kebun tersebut daripusat  Kota Waisai.

Usaha itu telah dirintis Burdam sejak tahun 2014, ia mengaku termotivasi dari keluarganya yang bekerja di Kalimantan dan membawa bibit ke kota Sorong kemudian mencoba membudidayakannya di Raja Ampat, jelas Burdam kepada Media Center Raja Ampat, Rabu (19/02/2020).

“Bibitnya dapat dari Kalimantan yang dibawa oleh saudara yang pernah kerja di Kalimantan dan tertarik untuk mencoba di sini,” ujarnya

Berkat motivasi dan niat tersebut, Kes Burdam mengubah 1,5 Ha tanah menjadi usaha perkebunan buah naga dan menghasilkan pundi-pundi rupiah yang luar biasa. Setiap hari Keis Burdam bisa mengantongi antara  Rp500.000 hingga Rp1.000.000, jika ada event di raja Ampat maka akan lebih hingga dari 1 juta rupiah.

Berita Terkait :  PLN Raja Ampat Tambah Mesin Pembangkit Berkapasitas Dua Megawatt

Keis Burdam berharap keluarga dan masyarakat lainnya meniru apa yang dilakukannya, khususnya masyarakat Raja Ampat untuk meningkat ekonomi rumah tangga.

“Makanya saya harus bekerja dan berhasil karena akan menjadi tolak ukur bagi saudara dan keluarga saya.. Maka itu kunci adalah karena harus tekun, harus sabar dan harus rajin. Konsep ini dilakukan maka kita akan berhasil. Dan saudaran saudara juga juga yang lain mulai termotivasi,” tambahnya.

Sebagai seorang yang berinisiatif memiliki kerja mandiri, Keis Burdam termasuk dalam lima besar pelaku usaha di Papua dan Papua Barat. “Saya masuk lima besar di Papua dan Papua Barat sebagai klafikasi orang Papua yang berusaha kerja mandiri tanpa harus belajar kemana mana. Dengan ide sendiri sudah mampu melakukan pekerjaan sendiri, dimana pekerjaan ini selalu dikatakan pekerjaan suku lain,” terangnya.

Untuk menjaga stabilitas penjualan dan ekonomi, Burdam konsisten menjaga mutu supaya konsumen merasa puas dengan produk buah naga yang di kelolanya. Untuk bisa sampai ke titik se sukses ini, Burden menjalankan usaha bersama keluarga dan saudaranya.

Tinggalkan Balasan