Hindari Tarif Impor AS, Perusahaan Asing di China Pulang Kampung

Tarif Impor
(Foto: kabar24)

Berita Baru, Internasional – Beberapa perusahaan Asia yang berada di China memilih kembali ke rumah (red_negara asal) untuk memproduksi barang-barang. Hal tersebut dikarenakan pengenaan tarif (impor) baru AS yang dapat memotong keuntungan.

Dilansir dari CNBC, Jumat (6/8), berdasarkan analisis Nomura, kecenderungan perusahaan yang kembali ke rumah (reshoring) kebanyakan dari sektor permodalan dan sektor elektronik Jepang dan Taiwan, di mana perusahaan pindah rumah untuk menghindari tarif impor AS yang lebih tinggi dari China.

Ada tiga sektor industri yang mendominasi relokasi dari Cina, yaitu elektronik, diikuti oleh pakaian, sepatu dan tas, serta peralatan listrik.

“Ini bukan hanya pengalihan perdagangan jangka pendek; relokasi produksi jangka menengah juga telah dimulai,” kata laporan Nomura.

AS dan China telah terkunci dalam perselisihan perdagangan yang berlarut-larut selama lebih dari setahun. Kedua belah pihak telah memberlakukan beberapa putaran tarif hukuman untuk barang satu sama lain senilai miliaran dolar. Kedua negara juga melangsungkan putaran tarif baru satu sama lain pada hari Minggu.

Berita Terkait :  SATGAS COVID-19 AS: Virus Lebih Cepat Mati ketika Terkena Sinar Matahari, Suhu-Kelembaban Tinggi, dan Disinfektan

Menurut Menteri Ekonomi Taiwan, sekitar 40 perusahaan Taiwan memindahkan pabrik mereka kembali ke Taiwan dari China, catat Nomura, mengutip laporan dari South China Morning Post pada Februari 2019.

Adapun perusahaan Mitsubishi Electric Jepang mengalihkan produksi peralatan mesin dari pabrikannya di Dalian, China, ke Nagoya di Jepang. Pembuat mesin Toshiba Machine dan Komatsu merencanakan langkah yang sama. Kata  Nomura, mengutip The Japan Times dan The Asahi Shimbun.

Perusahaan lain seperti Dell, yang sudah khawatir tentang kenaikan biaya tenaga kerja di China juga mempercepat perpindahan pabrik mereka jauh dari China, kata para ekonom.

Perusahaan AS dan Taiwan merupakan lebih dari setengah perusahaan yang berencana untuk memindahkan produksi dari China, Nomura mencatat. Laporan tersebut mengikuti permintaan Presiden AS Donald Trump agar perusahaan-perusahaan Amerika memindahkan produksinya dari China.

Pada 23 Agustus Trump menyatakan instruksinya di twitter, memerintahkan mereka untuk segera mulai mencari alternatif untuk China dan membuat produk mereka di negara asal.

Sumber : CNBC

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan