FBN: Agnez Mo Lemahkan Upaya Penguatan Bela Negara di Tanah Air

Agnez Mo
Ketua FBN Bali, Agustinus Nahak dalam sebuah sesi wawancara.

Berita Baru, Jakarta – Baru-baru ini, penyanyi internasional asal Indonesia, Agnez Mo menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bukan lantaran prestasi dan karyanya yang membanggakan, melainkan pernyataan dara 33 tahun itu dinilai telah melukai hati penggemar di Indonesia.

Pasalnya, dalam sebuah video yang diunggah di Youtube pada 22 November lalu, pelantun lagu Matahariku itu tidak menunjukkan rasa bangga sebagai warga negara Indonesia. Saat diwawncarai soal keberagaman di Indonesia oleh Build Series by Yahoo, Agnez justru mengatakan ‘hanya lahir di Indonesia’.

“Sebenarnya, aku enggak punya darah Indonesia atau apapun itu. Aku (berdarah) Jerman, Jepang, China, dan aku hanya lahir di Indonesia,” katanya dalam sesi wawancara mengenai single terbarunya, Diamonds, duet bersama French Montana.

Menanggapi pernyataan Agnez Mo, Forum Bela Negara (FBN) Bali meyayangkan ungkapan tersebut. Ketua FBN Bali, Agustinus Nahak secara terbuka menyampaikan rasa kecewa kepada Agnez.

Nama besar dan popularitas yang telah dibangun hingga ke puncak karir Agnez Monica, menurut Agustinus, hanya melahirkan keangkuhan. Sebab, Indonesia hanya sebagai tempat numpang lahir dan tidak ada kebanggaan berbangsa dan bernegara.

“Mungkin tidak terbayang olehnya bagaimana tetes darah dan pengorbanan nyawa para pahlawan membela NKRI, kalau ternyata dirinya merasa tidak mengalir darah keturunan Indonesia,” kata Agustinus kepada Beritabaru.co, Selasa (26/11).

Agustinus menambahkan, Agnez Mo secara tidak langsung telah men-declare dirinya tidak bangga kepada Indonesia. Kata Agustinus, mestinya Agnez sadar saat merintis karir, cuma penggemar dan masyarakat Indonesia yang mendukungnya saat itu, bukan penggemar dari negara lain.

Berita Terkait :  Wiranto Diserang, FBN Minta Sespri & Protokol Dibekali Keterampilan Bela Diri

Melihat semakin melemahnya rasa nasionalisme generasi muda, FBN Bali berencana mengajak Agnez Mo untuk mengikuti Pendidikan Dasar Bela Negara dari Kementerian Pertahanan. “Agar dia bisa lebih ‘mencintai’ Indonesia,” katanya.

“(Pernyataan) itu menjadi bagian dari pelecehan seorang warga negara terhadap negaranya. Apalagi dia publik figure dan kita sedang gencar-gencarnya melakukan penguatan bela negara terhadap generasi muda,” pungkas Agustinus. [Hidayat]

Tinggalkan Balasan