Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Ethiopia: 64 Tewas dan 180 Terluka dalam Serangan Udara di Pasar Tigray
(Foto: The Guardian)

Ethiopia: 64 Tewas dan 180 Terluka dalam Serangan Udara di Pasar Tigray



Berita Baru, Internasional – Sedikitnya 64 orang tewas dan 180 terluka dalam serangan udara Angkatan Udara Ethiopia di sebuah pasar di wilayah Tigray yang dilanda perang.

“Serangan udara terjadi di area pasar, sehingga banyak, banyak orang terluka,” kata Mulu Atsbaha, penasihat pemerintah daerah Tigray tentang kesehatan ibu dan anak, Kamis (24/6).

Serangan pada hari Selasa di kota Togoga juga menyebabkan 180 orang terluka, tambah Mulu.

Mulu, seperti dilansir dari The Guardian, mengatakan jumlah korban telah dikumpulkan dari penduduk kota Togoga, 30 km (18 mil) barat laut dari ibukota regional Mekele, dan “dikonfirmasi dengan para pemimpin lokal”.

Juru bicara militer Ethiopia mengatakan pada hari Kamis bahwa militer melakukan serangan di Togoga, tetapi mengatakan pejuang pemberontak adalah sasarannya.

“Kami tidak menerima bahwa operasi ini menargetkan warga sipil,” kata Kolonel Getnet Adane kepada AFP, bersikeras bahwa mereka yang terluka atau tewas adalah pejuang “berpakaian sipil”.

Tetapi para penyintas dan petugas kesehatan menggambarkan ledakan udara yang menghantam pasar, menewaskan dan melukai puluhan warga sipil, termasuk anak-anak.

PBB telah menyerukan penyelidikan mendesak atas serangan itu.

Serangan itu terjadi saat penghitungan suara sedang berlangsung setelah pemilihan nasional pada hari Senin di Ethiopia. Namun, konflik di Tigray berarti tidak ada pemungutan suara yang diadakan di sana, dan wilayah tersebut telah mengalami peningkatan pertempuran dalam beberapa hari terakhir.

Perdana Menteri Abiy Ahmed mengirim pasukan ke Tigray pada November untuk menggulingkan pemimpin regional yang membangkang, menjanjikan kemenangan cepat.

Namun hampir delapan bulan kemudian, pertempuran berlanjut, yang telah memicu krisis kemanusiaan dengan peringatan PBB bahwa 350.000 orang berada di ambang kelaparan.