Peter Magombaye Diculik, Para Dokter di Zimbabwe Turun Jalan

Dokter Zimbabwe
(Foto : GETTY IMAGES)

Berita Baru, Internasional – Ratusan dokter berbaris di ibukota Zimbabwe, Harare, untuk melakukan aksi protes terhadap dugaan penculikan pemimpin serikat mereka.

Dilansir dari BBC, Selasa (17/9), Peter Magombeyi, salah seorang yang mengorganisir aksi pemogokan karena upah yang kecil dalam beberapa pekan terakhir.

Ia dikabarkan diculik oleh tiga pria yang tak diketahui identitasnya. Hal tersebut diketahui setelah Peter mengirim pesan WhatsApp pada hari Sabtu, (14/9) yang menyatakan bahwa dia diculik.

Para dokter yang tergabung dalam aksi solidaritas tersebut mengenakan jas lab putih, melambaikan plakat dan meneriakkan slogan selama pawai pada hari Senin.

Mereka mengatakan mereka tidak akan kembali bekerja sampai Mr Magombeyi, pejabat Asosiasi Dokter Rumah Sakit Zimbabwe (ZHDA), ditemukan.

Beberapa orang pemrotes meneriakkan “tidak ada Peter, tkami tidak bekerja  dan bawa kembali Peter”  sambil berjalan di sepanjang jalanan ibukota.

Para pemrotes telah merencanakan untuk berbaris dan melakukan pawai ke kantor Presiden Emmerson Mnangagwa, tetapi mereka di hadang oleh barisan polisi anti huru hara.

Berita Terkait :  Buruh Pemetik Pohon Natal Georgia: Resiko Besar, Gaji Kecil

Beberapa pemimpin kelompok diizinkan melalui barikade sehingga mereka dapat mengajukan petisi kepada presiden yang menuntut tindakan untuk menemukan Peter Magombeyi dan memperbaiki kondisi kerja.

Para dokter percaya bahwa Peter Magombeyi diculik oleh pasukan keamanan karena ia cukup berperan dalam mengorganisir aksi mogok baru-baru ini.

Seorang juru bicara pemerintah, Nick Mangwana, membantah kasus ini dan mengatakan bahwa pemerintah tidak punya alasan untuk menculik warga Zimbabwe.

“Aksi teror pada akhirnya merupakan ancaman bagi keamanan negara, tidak ada sajak atau alasan bagi negara untuk melemahkan dirinya sendiri.” Tulisnya  di Twitter.

Sebelum Peter Magombeyi ditetapkan menghilang, ia mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa dia telah menerima panggilan dan pesan teror yang mengancam di teleponnya.

Krisis ekonomi yang melanda Zimbabwe menjadi salah satu faktor gaji dokter menyusut menjadi hanya $ 100 (£ 80) per bulan.

“Ketika kami pergi bekerja, sulit karena kami tidak memiliki dasar-dasar untuk bekerja secara efektif, ekarang kita bahkan tidak merasa aman di rumah kita sendiri.” kata seorang dokter, Busi Mlambo, kepada AFP.  

Berita Terkait :  Iran Klaim Telah Menangkap 17 Mata-mata CIA

“Kami tidak dapat membangun negara yang bersatu ketika dokter kami dibayar rendah dan bahkan diculik ketika mereka menyuarakan kejujuran yang sah,” kata pemimpin oposisi Nelson Chamisa di Twitter.

Sumber : BBC

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan