Berita

 Network

 Partner

Erick Thohir
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) saat menjenguk Verawaty Fajrin. (Foto: Instagram Erick Thohir)

Erick Thohir Lepas Kepergian Legenda Bulu Tangkis Indonesia, Verawaty Fajrin

Berita Baru, Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir melepas kepergian legenda bulu tangkis Indonesia Verawaty Fajrin. Lewat akun media sosialnya, Erick mengunggah sebuah foto pertemuan terakhir dengan sang legenda saat mejalani pengobatan.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya Mba Verawaty Fajrin, legenda bulu tangkis Indonesia,” tulis Menteri Erick Thohir, Minggu (21/11).

Erick mengungkap, Vera sangat bersemangat untuk sembuh dari penyakit yang dideritanya. “Teringat pertemuan terakhir kami belum lama ini, Mba Vera bersemangat untuk menjalani pengobata,” jelasnya.

“Semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya dan memberikan tempat yang terbaik di sisiNya. Allohummaghfirlaha warhamha waafihi wafuanha. Aamiin,” tutur Erick.

Berita Terkait :  Erick Thohir Pangkas Direksi Pertamina Menjadi 6 Orang

Verawaty Fadjrin, mantan pemain buru tangkis Indonesia yang sarat dengan prestasi besar itu berpulang dalam usia 64 tahun, setelah sempat menjalani perawatan akibat sakit kanker paru-paru, di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, Ahad (21/11) pukul 06.58 WIB.

Prestasi Verawaty Fadjrin

Sederet prestasi telah dibukukan oleh Verawaty Fadjrin. Pada tunggal putri, mantan atlet kelahiran Jakarta, 1 Oktober 1957 itu menjuarai Kejuaraan Dunia 1980 di Jakarta. Dia menjadi kampiun seusai di final mengalahkan rekannya, Ivana Lie, 11-1, 11-3.

Bersama Imelda Wigoena, Vera juga merenggut juara All England 1979 setelah menekuk Atsuko Tokuda/Mikiko Takada (Jepang). Mereka pun menjadi pasangan ganda putri kedua Indonesia yang sukses di All England setelah Minarni/Retno Kustiyah yang melakukannya pada 1968.

Berita Terkait :  Direksi Baru Kimia Farma Diagnostika Lakukan Pembenahan

Bersama Imelda pula, Vera merebut emas SEA Games Manila 1981. Keduanya pun menyabet medali emas Asian Games VIII tahun 1978 di Bangkok. Sebelumnya, mereka juga memenangi titel Denmark Terbuka 1978.

Di luar itu, masih banyak prestasi besar lainnya. Bersama Eddy Hartono, Vera sebelumnya juga ikut mengantarkan Indonesia memboyong Piala Sudirman 1989. Mereka menjadi penentu kemenangan tim Garuda 3-2 atas Korea Selatan di final setelah mengatasi Park Joo-bong/Chung Myung-hee.