Diduga Melakukan Sabotase, Iran Janjikan Pembalasan Kepada Israel

-

Berita Baru, Internasional – Pemerintah Iran berjanji akan membalas Israel  yang diduga menjadi dalang sabotase fasilitas nuklir Natanz akhir pekan lalu.

“Kami akan membalas perbuatan Zionis (Israel),” kata Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, seperti dikutip Reuters, Selasa (13/4).

Sabotase yang diduga dilakukan Israel, telah memadamkan total jaringan listrik di fasilitas pengayaan uranium bawah tanah akhir pekan lalu.

Sejumlah media massa Israel mengklaim kejadian di fasilitas pengayaan uranium Natanz adalah operasi yang dilakukan badan intelijen Mossad. Diperkirakan akibat sabotase itu program pengayaan uranium Iran seolah mundur beberapa bulan.

Zarif mengatakan saat ini mereka tengah menggelar dialog tidak langsung Wina, Austria, dengan Amerika Serikat terkait rencana pencabutan sanksi dan kelanjutan perjanjian nuklir yang diteken pada 2015 silam.

Iran meminta AS terlebih dulu mencabut sanksi terhadap ekspor minyak, baru kemudian mereka mau mengembalikan tingkat pengayaan uranium sesuai perjanjian.

“Zionis ingin membalas dendam karena perkembangan kami terkait perundingan pencabutan sanksi. Kami tidak akan masuk ke dalam perangkap mereka. Kami tidak akan membiarkan aksi sabotase ini mempengaruhi perundingan,” ujar Zarif.

Sementara itu, pakar nuklir Iran, Ali Akbar Salehi, mengatakan saat ini mereka menjalankan mesin pengayaan uranium dengan tenaga listrik cadangan.

“Proses pengayaan uranium di lokasi itu tidak terhenti,” ujar Salehi.

Menurut Juru Bicara Organisasi Tenaga Atom Iran, Behrouz Kamalvandi, jaringan listrik di fasilitas pengayaan uranium Natanz padam akibat ledakan.

“Ledakan itu tidak cukup kuat untuk menghancurkan semuanya, tetapi merobohkan langit-langit ruang kendali,” kata Kamalvandi.

Sedangkan menurut penjelasan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, seluruh mesin pengayaan uranium yang terdampak pemadaman listrik adalah jenis lawas IR-1.

“Para pakar nuklir kami akan menaksir tingkat kerusakan tetapi saya pastikan seluruh mesin pengaya uranium itu akan diganti dengan versi yang lebih canggih,” ujar Khatibzadeh.

Dalam kesepakatan nuklir 2015, Iran hanya diizinkan melakukan pengayaan uranium dengan 5.060 mesin jenis IR-1. Akan tetapi, saat ini Iran mulai menggunakan mesin jenis IR-2 yang berjumlah ratusan dan dinilai lebih canggih, yakni mampu melakukan pengayaan lebih cepat dengan tingkat kemurnian lebih tinggi.

Sedangkan fasilitas nuklir di Natanz mampu menampung 50 ribu unit mesin sentrifugal pengaya uranium.

Aparat keamanan Iran menyatakan mereka sudah mengantongi ciri-ciri pelaku sabotase itu. Mereka menyatakan saat ini sedang memburu pelaku.

Secara terpisah, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan pemerintahannya tidak akan membiarkan Iran mengembangkan program nuklir yang menjadi kedok untuk pembuatan senjata.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments