Berita

 Network

 Partner

Dampak PPDB Online, Siswa Jalur Prestasi di Gresik Gagal Masuk Sekolah Negeri

Dampak PPDB Online, Siswa Jalur Prestasi di Gresik Gagal Masuk Sekolah Negeri

Berita Baru, Gresik – Penerapan sistem online pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah menengah kejuruan (SMK) berdampak pada sejumlah siswa di Kabupaten Gresik.

Dampak tersebut dialami enam siswa tamatan sekolah menengah pertama (SMP) asal Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. Mereka gagal masuk salah satu sekolah negeri yang dituju, setelah melewati proses sistem PPDB online jalur prestasi. Padahal, nilai yang mereka peroleh dari hasil tes akademik rata-rata masuk kategori yang telah ditentukan.

Atas kondisi itu, Kepala Desa Gredek, Bahrul Ghofar mengaku prihatin dengan nasib putra-putri warganya tersebut. Sebab sebelumnya, pihaknya melalui pemuda-pemuda desa yang tergabung dalam Karang Taruna (Kartar) telah mengkoordinir seluruh pelajar di desa setempat untuk mengikuti bimbingan PPDB.

Berita Terkait :  Daftar PPDB, Bocah di Jaksel Terbentur Kepengurusan Akte Kelahiran

“Total pendaftar (pelajar,red) dari desa gredek 19 anak, yang diterima lewat jalur afirmasi hanya 4 anak terus di jalur zonasi hanya 9 anak dan tersisa 6 anak saya daftarkan di jalur reguler tapi tidak masuk,” ungkapnya.

Tak berhenti disitu, dia pun bergegas menemui pihak sekolah untuk menanyakan perihal akar permasalahan keenam pelajar itu sampai tidak lolos PPDB. Namun, pihak sekolah tak bisa berbuat banyak, sebab kewenangan sepenuhya ada di Provinsi.

“Tidak ada solusi yang bisa mereka berikan, alasan yang selalu disampaikan kalau PPDB setingkat SMA maupun SMK itu kewenangan sepenuhnya ada pada Provinsi, Kepala sekolah juga katanya gak punya hak prerogratif sama sekali,” keluhnya.

Berita Terkait :  Kabar Gaji Guru Non Honorer K2 Dicoret, Fraksi PKB Minta Penjelasan Dispendik

Upaya itu dilakukan Kades Ghofar lantaran ia tak ingin putra-putri warganya yang tak lolos PPDB sampai terancam secara psikologi sampai mereka putus atau tak mau melanjutkan sekolah.

Bahkan, pihaknya juga telah mengutus perwakilan ke Kantor Cabang Dinas (Cabdin) wilayah Gresik, sebagai tangan panjang Pemerintah Provinsi (Pemprov) terkait pelayanan pendidikan tingkat SMA dan SMK.

“Saya telah mengutus perwakilan ke UPT Diknas Provinsi di Jalan Dr. Wahidin Soedirohusodo untuk menanyakan permasalahan ini,” pungkasnya.