Covid-19 India Tembus 25 Juta Kasus dan Capai Rekor Kematian Harian Tertinggi

-

Berita Baru, Internasional – Covid-19 di india menembus angka 25 juta kasus pada Selasa (18/5), dengan angka kematian harian mencapai 4.329 kasus, merupakan rekor tertinggi.

Secara keseluruhan berjumlah 25 juta kasus didapat setelah Kementerian Kesehatan India melaporkan 263.533 kasus dalam 24 jam belakangan. Dengan penambahan itu, total kasus Covid-19 di India mencapai 25,23 juta.

Sementara itu, angka kematian harian akibat Covid-19 di India menembus rekor, yaitu mencapai 4.329.

Tak hanya menembus rekor di India, angka kematian harian ini juga termasuk salah satu yang tertinggi di dunia. Di atas India, hanya ada Amerika Serikat dengan laporan kasus kematian 5.444 warga akibatCovid-19 pada 12 Februari lalu.

Berita Terkait :  Muhyiddin Yassin Ditunjuk Menjadi Perdana Menteri Malaysia

Tiga sumber pemerintah India mengatakan bahwa lonjakan kasus yang terus terjadi membuat negara itu tak mungkin melanjutkan ekspor vaksin hingga Oktober.

Berita Terkait :  Kapal Induk Helikopter China Type 075 Berlayar untuk Uji Coba Laut Pertama

Penghentian ekspor itu membuat negara-negara seperti Bangladesh, Nepal, Sri Lanka, dan sebagian besar wilayah di Afrika berebut untuk mendapat pasokan vaksin alternatif.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun meminta para produsen vaksin di luar India untuk meningkatkan pasokan vaksin ke program COVAX global pada Senin (17/5).

Beberapa sumber menyatakan bahwa upaya vaksinasi di India akan diprioritaskan karena kasus menembus angka 25 juta dan kematian terus bertambah, bahkan mencapai rekor tertinggi.

“Kami tidak harus menyampaikan secara resmi ke semua negara karena kami tidak wajib melakukannya,” kata salah satu sumber pemerintah India, seperti dikutip Reuters.

Berita Terkait :  Kapal Induk Helikopter China Type 075 Berlayar untuk Uji Coba Laut Pertama

“Itu dibahas secara internal dan beberapa negara diminta untuk tidak mengharapkan komitmen ekspor mengingat situasi India saat ini.”

Berita Terkait :  Soal Pembatasan Minyak Sawit, Jokowi Akan Lawan Uni Eropa

Dua sumber lainnya mengatakan waktu yang tepat untuk melanjutkan ekspor dapat berubah, tergantung seberapa cepat India mampu mengendalikan gelombang kedua pandemi ini.

Juru bicara aliansi vaksinasi GAVI mengatakan bahwa fokus saat ini adalah memasok vaksin ke India.

“Saat India menghadapi gelombang pandemi yang benar-benar mengerikan. Produksi vaksin India, termasuk 140 juta dosis vaksin yang awalnya ditujukan untuk COVAX, akan dipakai untuk warganya sendiri,” katanya melalui email.

“Kami menawarkan dukungan penuh kepada pemerintah India dalam upaya mereka untuk mengendalikan virus dan siap membantu dengan cara apa pun yang kami bisa.”

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Serangan Bom di Afghanistan, 15 Orang Tewas

TERBARU

Facebook Comments