Cegah Penyebaran COVID-19, Mas Novi Imbau Warga Nganjuk Yang Merantau Tidak Mudik

    Berita Baru, Nganjuk – Pemerintah Kabupaten Nganjuk menyampaikan perkembangan COVID-19 secara reguler, dimana sampai Jum’at (27/3) belum ada korban meninggal dunia akibat virus corona di Kota Bayu tersebut. Sejauh ini telah teridentifikasi 17 orang dalam pemantauan (ODP) dan 4 pasien dalam pengawasan (PDP).

    Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat dengan tegas mengimbau kepada warga Nganjuk yang berada di perantauan agar menahan diri untuk tidak mudik sampai wabah COVID-19 benar-benar dinyatakan telah teratasi oleh pemerintah.

    Menurut pria yang akrab dipanggi Mas Novi tersebut, imbauan itu ia sampaikan semata-mata untuk memberikan perlindungan kepada warga Nganjuk yang saat ini tinggal di desa agar tidak tertular virus corona yang berpotensi dibawa para calon pemudik.

    “Apabila penjenengan sayang terhadap keluarga, saudara, tetangga, teman, bahkan orang tua yang sudah sepuh di desa, maka urungkan niat untuk pulang kampung”. Imbaunya pada Sabtu (28/3).

    Mas Novi juga mengingatkan bahwa tidak ada yang tahu apakah warga Nganjuk yang diperantauan tersebut dalam keadaan terjangkit virus corona atau tidak. Karena berdasarkan pengalaman selama ini, orang yang positif terinfeksi Corona sekalipun tidak merasakan gejala-gejala seperti sedang sakit.

    Berita Terkait :  Lewat ‘Sambang Desa’ Pemkab Nganjuk Hadir Melayani Masyarakat

    “Mari kita bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus Corona dengan melakukan isolasi diri, melakukan sosial distancing, sehingga penyebaran virus ini akan segera berhenti”. Imbaunya.

    Belajar dari Negara Italia, lanjut Mas Novi, penyebaran virus Corona sangat cepat dan bahkan merenggut nyawa cukup banyak, karena warga Italia tidak menghiraukan himbauan maupun peringatan dari pemerintah setempat.

    Siapkan Tempat Karantina

    Sebelumnya, Bupati Nganjuk juga telah melakukan langkah antisipatif dengan mempersiapkan tempat karantina. Berdasarkan pantauan Beritabaru.co, dia dan jajarannya sedang melakukan pengecekan kesiapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kertosono lama untuk dijadikan tempat karantina bagi pasien ODP dan PDP dalam kategori sedang dan ringan.

    “Sore tadi saya bersama Forkopimda melakukan pengecekan kesiapan RSUD Kertosono yang lama untuk di jadikan Rumah Karantina bagi pasien ODP (Orang Dalam Pantauan) Covid-19 atau PDP (Pasien Dalam Pantauan) Covid-19 dalam kategori sedang dan ringan”. Tutur Mas Novi kemarin (27/3).

    Tempat tersebut, imbuh Mas Novi, nantinya akan digunakan untuk mengkarantina sementara bagi warga Nganjuk yang pulang dari daerah rantauan sambil di obeservasi kesehatannya selama 14 hari, jika dinyatakan sehat maka bisa langsung berkumpul dengan keluarga.

    - Advertisement -

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini