BI: Inflasi Tetap Terkendali

-

Beritabaru.co, Jakarta – Bank Indonesia (BI) menyebut bahwa inflasi pada bulan Juli 2019 masih terkendali. Melalui siaran pers yang disampaikan oleh Departemen Komunikasi pada Kamis (1/7) yang lalu, disebutkan bahwa inflasi indeks harga konsumen (IHK) tetap terkendali, inflasi inti juga terkendali dengan didukung ekspektasi yang terjaga, sedangkan inflasi kelompok volatile food melambat.

Inflasi IHK pada Juli 2019 tercatat 0,31% (mtm), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,55% (mtm). Penurunan inflasi didorong oleh inflasi kelompok inti dan volatile food yang terjaga serta deflasi kelompok administered prices.

“Ke depan, Bank Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah”. Tulis Departemen Komunikasi BI.

Berita Terkait :  BPS Catat Inflasi Bulan Februari Capai 0,10 Persen
Berita Terkait :  56 Orang Meninggal Akibat Gempa di Sulbar

Selain itu, BI juga akan terus berusaha memastikan inflasi tetap rendah dan stabil, yang diprakirakan berada di bawah titik tengah kisaran sasaran inflasi 3,51% pada 2019.

Adapun Inflasi inti tercatat 0,33% (mtm) pada Juli 2019, sedikit menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,38% (mtm). Komoditas utama penyumbang inflasi kelompok inti adalah emas perhiasan, uang sekolah, upah tukang bukan mandor, bimbingan belajar, dan sepeda motor. Secara tahunan, inflasi inti tercatat 3,18% (yoy), sedikit menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,25% (yoy).

“Inflasi inti yang terkendali tidak terlepas dari konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, termasuk dalam menjaga pergerakan nilai tukar sesuai fundamentalnya”. Tegas Bank Indonesia.

Berita Terkait :  Menkeu dan DPR Tetapkan Pertumbuhan Ekonomi 2021 di Angka 5 Persen
Berita Terkait :  BPS: Deflasi Jawa Timur 0,07 Persen

Penurunan inflasi pada volatile food terutama bersumber dari komoditas bawang merah, bawang putih, tomat sayur, ikan segar, jeruk, kelapa, dan minyak goreng yang mencatat deflasi. Namun demikian, komoditas aneka cabai menjadi penyumbang inflasi, sebagai dampak kurang menguntungkan dari musim kemarau. [Priyo Atmojo/Siaran Pers]

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Resesi Mengancam, Ekonom UGM: Elitlah Yang Ketakutan

TERBARU

Facebook Comments