Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Barista Bekraf

Gelar Workshop Racik Kopi, Bekraf Ajak Generasi Muda Jadi Barista



Berita Baru, Jakarta – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Deputi Riset Edukasi dan Pengembangan, kembali menghadirkan Workshop Racik Kopi, untuk para generasi muda yang ingin menjadi barista (peracik kopi).

Acara pertama yang di selenggarakan di Magelang, lalu Kota Palu menjadi lokasi kedua diselenggarakannya workshop ini.

Kegiatan yang bertujuan memberikan pelatihan berbasis kompetensi kepada barista otodidak, diharapkan dapat memberikan wawasan tentang kopi, juga memotivasi generasi muda agar tertarik untuk membuka usaha di bidang perkopian yang pada akhirnya dapat membuka lapangan kerja baru.

Sejak 2017 hingga 2018, Workshop Racik Kopi telah dilaksanakan beberapa kota, diantaranya Manado, Humbang Hasundutan, Aceh, Jambi dan Yogyakarta. Untuk tahun ini, selain di Palu, kegiatan tersebut juga telah dilaksanakan di Magelang pada Juli lalu.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 28-29 Agustus 2019, di Swiss Belhotel Kota Palu, merupakan kerja sama antara Bekraf dengan Masyarakat Kopi Indonesia sebagai upaya untuk menguatkan ekosistem industri kopi Indonesia di ranah hilir. Sehingga dapat menjadi salah satu ikon dari kuliner Indonesia.

Indonesia merupakan penghasil kopi urutan ke-4 setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia dengan luas lahan perkebunan kopi 1,24 juta hektar yang 96%-nya merupakan lahan perkebunan kopi rakyat dan sisanya milik perkebunan swasta dan Pemerintah (PTP Nusantara). Dari lahan tersebut, 933 hektar ditanami robusta dan 307 hektar arabika.

Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif, Poppy Savitri mengatakan konsumsi kopi di dunia meningkat cukup tajam, yaitu rata-rata 1,7 kg per kapita pertahun.  Begitu pula konsumsi kopi di Indonesia, meningkat rata-rata lebih dari 7 % per tahun.  Hal ini disebabkan minum kopi sudah menjadi gaya hidup atau trend. 

Semakin tinggi konsumsi kopi, semakin tinggi pula kebutuhan profesi barista sebagai peracik kopi. Oleh karena itu diperlukan peningkatan jumlah dan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Melalui kegiatan ini, Bekraf memfasilitasi pelatihan sebagai kompetensi wajib yang dimiliki barista yaitu, mengelola bahan baku, mengelola peralatan dan perlengkapan, mengelola area kerja, menangani pelanggan, mengoperasikan peralatan, memutakhirkan pengetahuan tentang kopi, menangani situasi konflik.

Dalam acara ini, turut hadir Ketua Pembina Masyarakat Kopi Indonesia Edy Panggabean, serta perwakilan Lembaga Sertifikasi Indonesia Hiburan Marthin, Lase, Irsan, Harianto, dan Yohanes,

Hadir juga ketua Umum P3I, Janoe Arijanto. Sedangkan untuk praktisi fotografi dan akademisi, Dewi Sartika Bukit. Untuk Kasubdit Edukasi subsektor Ekonomi Kreatif Bekraf, Toar Mangaribi.

Kegiatan yang dibuka oleh Staf Ahli Gubernur bidang SDM Pengembangan Kawasan dan Wilayah Ikhwan ini dihadiri 50 peserta yang berasal dari Kota Palu dan sekitarnya.

Tentang Bekraf

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif. Saat ini, Kepala Bekraf dijabat oleh Triawan Munaf.

Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio. [Siaran Pers]