Arab Saudi: Tidak Benar Kalau Kami Ingin Menghancurkan Harga Minyak

Minyak ARab Saudi
(Foto: REUTERS / Maxim Shemetov)

Berita Baru, Internasional – Harga minyak global mulai turun pada Januari 2020. Lalu pada awal Maret, produksi minyak serpih mengalami surplus besar, dan mengakibatkan harga minyak serpih berada di titik terendah dalam dua dekade terakhir.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi telah membantah desas-desus bahwa pihaknya ingin menurunkan harga minyak untuk menghancurkan harga pasar minyak serpih. Malahan, pihaknya mengatakan bahwa Kerajaan Arab Saudi mengusulkan pengurangan produksi dan ingin mencapai keseimbangan di pasar energi global.

Pada hari Jumat (3/4), Kementrian Luar Negeri Arab Saudi mengutip Faisal bin Farhan Al Saud mengatakan bahwa, “Pernyataan itu, seperti yang diungkapkan oleh beberapa media, bahwa salah satu penyebab dari penurunan harga minyak adalah penarikan pihak kerajaan Arab Saudi dari perjanjian OPEC+ [pengurangan produksi minyak] dan keinginan kerajaan Arab Saudi untuk menyingkirkan produsen minyak serpih, tidak benar.”

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi melanjutkan, “Yang Mulia [Raja Salman] membenarkan bahwa posisi kerajaan Arab Saudi mengenai produksi minyak serpih memang sangat penting: itu adalah sumber energi yang penting.”

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan