Aktivis Lingkungan, Greta Thunberg: Pertemuan dengan Trump Sia-sia

Beritabaru.co, Internasional. – Greta Thunberg, seorang aktivis lingkungan dari Swedia menyebut pertemuan dengan Donald Trump sia-sia. Thunberg (16) akan berada di New York selama dua minggu untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) iklim PBB bulan depan dan menyuarakan isu tentang ‘darurat ekologis’ kepada para pemimpin dunia.

Dilansir dari Sputnik (14/8), Greta Thunberg pergi  berlayar ke New York dari Plymouth dalam waktu dua minggu dengan kapal untuk menemui para pemimpin dunia di KTT Aksi Iklim PBB mendatang. Ia menilai jika perjalanan jalur udara akan berdampak terhadap iklim.

Ketika ditanya oleh seorang reporter CBS apakah dia ingin bertemu dengan presiden AS, dia menjawab: “Mengapa saya harus membuang waktu berbicara dengannya, ketika dia sudah barang tentu tidak akan mendengarkan saya,” jawabnya kepada CBS.

Thunberg menyebut bahwa upaya perubahan iklim yang di inisiasi oleh Amerika Serikat tidak memiliki perubahan yang signifikan, karena emisi karbon naik lagi di negara itu sejak 2015.

Donald Trump, yang justru telah berkampanye tentang janji untuk menghidupkan kembali industri batubara yang  sedang menurun menjadi  penyangkal vokal tentang misi perubahan iklim.

Berita Terkait :  Trump Meminta Bank Dunia Berhenti Meminjami China Uang

Trump dikabarkan telah menarik Amerika Serikat (AS) dari Perjanjian Paris 2015 tentang mitigasi perubahan iklim. Ia juga mengatakan bahwa kesepakatan itu akan merusak ekonomi dan pertumbuhan kerja Amerika, serta membawa penurunan dalam penambangan batubara dan industri lain yang terkait dengan sumber daya alam.

Thunberg, pada gilirannya, muncul sebagai suara pemuda paling lantang dalam gerakan untuk aksi iklim Internasional. Dia dikenal oleh dunia internasional setelah aksi pemogokan sekolah soliter di luar parlemen Swedia tahun lalu untuk menyuarakan kepada pemerintah soal pengurangan emisi karbon.

Gadis itu  telah dinominasikan sebagai peraih Hadiah Nobel Perdamaian yang meluncurkan gerakan Jumat untuk Masa Depan, yang mendorong siswa di seluruh dunia untuk bolos sekolah sebagai upaya mengambil bagian dalam demonstrasi untuk perlindungan lingkungan dan iklim.

Tetapi beberapa orang, termasuk politisi, mengkritik hasratnya untuk mengatasi perubahan iklim karena perasaan khawatir atau naifnya.

Bulan lalu, misalnya, beberapa legislator konservatif memboikot pidatonya di parlemen Prancis, menyebut Thunberg adalah seorang ‘nabi perempuan dalam celana pendek’ dan ‘guru kiamat’.

Penulis :Nafisa
Sumber  :Sputnik
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan