Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Abramovich Diduga Diracun Saat Menjadi Negosiator Perdamaian Rusia-Ukraina
Abramovich Diduga Diracun Saat Menjadi Negosiator Perdamaian Rusia-Ukraina (foto: DW Ukraine)

Abramovich Diduga Diracun Saat Menjadi Negosiator Perdamaian Rusia-Ukraina

Berita Baru, Sepak Bola – Pemilik klub Chelsea, Roman Abramovich diduga diracun saat menjadi negosiator perdamaian antara Rusia dengan Ukraina.

Seperti yang diberitakan surat kabar Mirror, dugaan Abramovich menjadi korban keracunan nampak dari pengelupasan kulit yang terus menerus dan mata yang memerah.

Menurut Wall Street Journal, kelompok garis keras Pro Putin ditengarai menjadi penyebab keracunan pria 55 tahun itu. Mereka tidak mau invasi Rusia ke Ukraina terhenti.

Diketahui, walau cukup parah, namun racun tersebut tidak sampai menghilangkan nyawa. Hanya kulit yang terkelupas dan mata yang memerah menjadi efek sampingnya.

Selain Abramovich, dua negosiator yang menjadi utusan dari pihak Ukraina juga mengalami hal yang sama. Negosiasi ini digelar di Kiev, awal Maret.

Sebelumnya, dikutip dari Detik.com, Roman Abramovich sendiri terimbas perang Rusia vs Ukraina. Asetnya dibekukan banyak pemerintah negara lain, termasuk di Inggris, yang menyebabkan Chelsea harus dijual.

Tak cuma harus dijual, Chelsea juga terimbas secara ekonomi lainnya. Si Biru tak bisa memberi kontrak baru ke pemainnya, dilarang menjual tiket, serta tak bisa jual-beli pemain untuk sementara waktu.

Abramovich memiliki Chelsea sejak 2003, dan bisa menyulapnya menjadi kekuatan baru di Eropa. Semua gelar sudah diraih The Blues, dengan yang terakhir diraih adalah Piala Dunia Antarklub.

Kini, Chelsea sedang dalam proses penjualan usai Roman Abramovich resmi melepasnya. Beberapa pihak tertarik membeli klub London Barat itu, di antaranya bos properti di Inggris, Nick Candy, dan pengusaha Amerika Serikat, Keluarga Ricketts.