Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

FFI 2020

Yuk, Kenalan dengan Film-film Pemenang FFI 2020



Berita Baru, Film – Ajang penghargaan film tahunan di Indonesia, Festival Film Indonesia (FFI), telah berhasil digelar pada Sabtu (5/12) malam lalu. Acara yang diadakan di Jakarta Convention Center (JCC) ini jelas berbeda dari tahun sebelumnya.

Akibat pandemi, bangku penonton tak sepenuh biasanya. Selain itu, semua yang hadir juga diatur untuk menyesuaikan dengan protokol kesehatan yang harus diikuti selama pandemi.

Apa saja film yang keluar sebagai pemenang? Apakah film favoritmu juga masuk dalam daftar? Berikut 12 film yang memenangkan piala FFI 2020 beserta sinopsisnya.

Perempuan Tanah Jahanam

Ini dia nih, film yang paling banyak memborong penghargaan di ajang FFI 2020. Perempuan Tanah Jahanam keluar sebagai pemenang untuk kategori Film Cerita Panjang Terbaik, Sutradara Terbaik (Joko Anwar), Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik (Christine Hakim), Pengarah Sinematografi Terbaik (Ical Tanjung, I.C.S.), Penata Suara Terbaik (Mohamad Ikhsan, Syamsurriijal, Anhar Moha), Penyunting Gambar Terbaik (Dinda Amanda).

Perempuan Tanah Jahanam hadir dengan twist-twist yang menarik, cerita yang memang menegangkan dan bukan cuma suara-suara horor semata, serta penampilan akting menawan dari semua pemainnya. Cerita horor terbaik yang pernah ada di Indonesia, barangkali.

Film ini bermula ketika Maya (Tara Basro) mengajak Dini (Marissa Anita), sahabatnya, untuk pergi ke kampung halamannya yang asing itu. Konon, doi memiliki warisan yang cukup besar di desanya sana. Namun begitu sampai di kampung iut, Maya dan Dini menghadapi hal-hal yang tak ia duga. Misteri menyeramkan menghadang mereka.

The Science of Fictions

Film arahan sutradara Yosep Anggi Noen ini meriah penghargaan untuk kategori Pemeran Utama Pria Terbaik yang diraih oleh Gunawan Maryanto. Dalam judul berbahasa Indonesia, film ini dialihbahasakan menjadi Hiruk Pikuk si Al-Kisah.

Sebelumnya, sineas yang akrab disapa Anggi ini dikenal lewat film Istirahatlah, Kata-kata yang mengisahkan perjalanan pelarian Wiji Thukul, aktivis dan penyair Indonesia yang sampai kini entah bagaimana kabarnya.

Oh iya, filmnya bakal tayang di biskop tanggal 10 nanti. Jangan ketinggalan untuk menontonnya, ya!

Abracadabra

Dalam ajang FFI kemarin, film Abracadarba memenangkan kategori Pengarah Artistik Terbaik (Vida Sylvia Pasaribu), Penata Rias Terbaik (Eba Sheba), dan Penata Busana Terbaik (Hagai Pakan).

Wajar saja, dan aneh kalau film ini tidak menang karena dari semua kategori hanya Abracadabra yang memiliki unsur estetika nan heboh, indah, dan penuh warna. Dikisahkan, seorang pesulap grandmaster bernama Lukman tidak lagi mempercayai adanya keajaiban. Ia pun memutuskan mengadakan pertunjukan sulap terakhir.

Di pertunjukan terakhirnya, Lukman berencana untuk gagal. Ia akan menghilangkan seorang anak kecil, namun anak itu tidak akan hilang. Ia akan tetap ada di kotak. Dengan begitu, sulapnya gagal dan ia bakal pamit.

Tapi tidak, si anak justru hilang dan Lukman tak bisa mengembalikan anak itu. Kok bisa? Dan bagaimana kelanjutannya?

Abracadabra dirilis pada 9 Januari 2020, setelah sempat menjadi pembuka dalam acara Jogja Netpac Asian Film Festival 14 pada 2019. Fix, kamu harus nonton. Pemainnya antara lain Reza Rahadian, Butet Kertaradjasa, Salvita Decorte, Lukman Sardi, Asmara Abigail, dan lain-lain.

Susi Susanti: Love All

Untuk film Susi Susanti: Love All, Laura Basuki berhasil memenangkan kategori Pemeran Utama Perempuan Terbaik.

Pada dasarnya, film ini mengupas perjalanan pebulu tangkis legenda Indonesia, Susi Susanti. Sejak usia 14 tahun ia telah menjadi atlet kecintaan dan kebanggan Indonesia. Dimotori oleh janji dengan ayahnya dan dibimbing oleh Liang Chiu Sia, pelatihnya, ia pun berusaha mengembangkan bakat dan melaju dari satu kompetisi ke kompetisi lain. Hingga akhirnya, Susi meraih penghargaan Olimpiade pertama untuk Indonesia.

Susi Susanti: Love All juga dibintangi oleh Lukman Sardi, Dion Wiyoko, Iszur Muchtar, dan lain-lain.

Ratu Ilmu Hitam

Film yang ditulis oleh Joko Anwar dan disutradari oleh Kimo Stamboel ini meraih penghargaan FFI 2020 sebagai Penata Efek Visual Terbaik (Gaga Nugraha) dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Ade Firman Hakim).

Film horor ini mengisahkan tentang Hanif dan Nadya serta tiga anaknya yang suatu hari memutuskan untuk mengunjungi panti asuhan tempat dia dulu tumbuh. Dia berjanji reuni dengan teman-temannya di sana, termasuk Anton dan Jefri yang datang dengan istri mereka.

Hanif datang ke panti asuhan yang berada jauh dari pemukiman warga itu untuk menjenguk Pak Bandi, pengasuh mereka yang tengah sakit-sakitan. Namun justru, malam itulah, mereka menyadari bahwa mereka telah melakukan kesalahan besar di masa lalu, dan harus membayar dendam yang tertanam di situ.

Ratu Ilmu Hitam dimainkan secara gemilang oleh Hannah Al-Rasyid, Ario Bayu, Miller Ali, Putri Ayudya, juga Ade Firman Hakim yang kini telah tiada.

Imperfect: Karier, Cinta, & Timbangan

“Kadang kala taaak mengapaaa, untuk tak baik-baik sajaaa…”

Siapa nih yang masih suka nyanyiin soundtrack film Imperfect? Nah, film ini juga menang lho di FFI 2020 untuk kategori Penulis Skenario Cerita Adaptasi Terbaik yang dimenangkan oleh Ernest Prakasa dan Meira Anastasia. Fim Imperfect dimeriahkan oleh penampilan Jessica Mila, Reza Rahardia, Dion Wiyoko, Yasmin Napper, serta Kiki Saputri.

Ceritanya memang manis dan bikin baper. Alkisah, Rara (Jessica Mila) memutuskan untuk menurunkan berat badan demi kelancaran karirnya. Pekerjaan Rara di bidang pemasaran menuntut penampilan yang merepresentasikan perusahaannya. Sementara, pacar dan keluarga Rara sih nggak ada masalah dengan itu. Apakah Rara berhasil mengubah penampilannya?

Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini (NKCTHI)

Dalam ajang FFI 2020, film NKCTHI meriah penghargaan kategori Pencipta Lagu Terbaik dengan judul Fine Today yang liriknya ditulis dan dinyanyikan oleh Ardhito Pramono.

Awalnya, NKCTHI adalah sebuah buku karya Marchella FP yang berisi kutipan dan ilustrasi sederhana. Konsep inipun dikembangkan Angga Dwimas Sasongko menjadi film bertema keluarga.

Dikisahkan, kakak beradik yang terdiri dari Angkasa, Aurora, dan Awan ini memiliki keluarga yang berbahagia. Suatu hari, Awan bertemu dengan Kale, pemuda nyentrik yang membawa Awan kepada pengalaman-pengalaman baru. Dari sanalah, cerita bergulir.

Mudik

Mudik berhasil menyabet gelar dalam kategori Penulis Skenario Cerita Asli Terbaik atas nama Adriyanto Dewo. Nih, kalau kamu belum tahu, Mudik rilis pada Desember tahun 2019.

Selama 90 menit, film ini mengisahkan hubungan suami istri antara Aida (Putri Ayudya) dan Firman (Ibnu Jamil) yang sedang dirundung ketegangan. Ditengah memanasnya konflik itu, keduanya melakukan perjalanan mudik ke Yogyakarta dalam rangka Hari Lebaran.

Ndilalah di tengah jalan, terjadilah kecelakaan yang mengakibatkan kematian seorang lelaki. Akibat peristiwa itu keduanya dipertemukan dengan Santi (Asmara Abigail) dan Agus (Yoga Pratama). Dari situlah, Aida mulai memikirkan ulang rumah tangganya dan membuat keputusan besar. Apa itu?

Ibu Bumi

Sebuah kebanggan tersendiri jika FFI 2020 menganugerahi film Ibu Bumi sebagai Film Dokumenter Pendek Terbaik. Bukan hanya bagi kualitas perfilman Indonesia, tapi juga ini menjadi bentuk dukungan dan pengenalan publik kepada film yang berisi kritik tersebut.

Yap, sejatinya, Ibu Bumi memaparkan suasana di balik Pegunungan Kendeng, tempat terjadinya perlawanan antara para petani Kendeng terhadap pabrik semen yang mengancam lingkungan mereka.

Lagu Mars Kendeng pun mengingatkan kita, “Ibu sudah memberi, Ibu sudah disakiti, Ibu yang menghakimi.” Ibu di sini diibaratkan bumi yang digali dan dirampas demi kepentingan segelintir pihak.

Film ini merupakan hasil kerja sama antara Sedap Film dengan Publish What You Pay Indonesia. Film yang disutradarai Charun Nissa ini sudah bisa kamu tonton di Youtube.

You and I  

Terpilih sebagai Film Dokumenter Panjang Terbaik di FFI 2020, You and I menawarkan cerita yang memilukan, dan juga hangat di hati. Film ini juga sebelumnya sudah menang di beberapa ajang penghargaan, diantaranya menyabet Asian Perspective Award DMZ Docs 2020.

Cerita berlatar belakang sejarang ini mengangkat perjalanan dua perempuan, Kaminah dan Kusdalini. Keduanya telah sepuh dan hidup bersama sejak muda. Mereka bertemu di penjara pada 50 tahun yang lalu. Begitu bebas, keduanya tinggal di Solo, Jawa Tengah, dalam satu rumah.

Film ini berfokus pada aktivitas mereka sehari-hari yang begitu sederhana. Sementara di masa lalu, keduanya melakukan perjuangan yang kini diabaikan.

Prognosis

Yap, film karya Ryan Adriandhy ini berhasil memenangkan Piala Citra sebagai Film Animasi Pendek Terbaik FFI 2020, lho!

Tak hanya didukung penampilan seni kreasi animasi yang kreatif, film pendek ini juga memiliki cerita yang menyentuh. Sebelumnya, Ryan dikenal sebagai komika lewat ajang Stan-up Comedy di Kompas TV. Dia juga telah melakukan acara stand up comedy spesial tur, diantaranya From Tiny to Funny. 

Belum nonton? Tenang, kamu bisa menyaksikannya di Youtube. Segera tonton, ya!

Humba Dreams

Kangen dengan film-film Mira Lesmana dan Riri Riza? Tenang, duo sineas favorit Indonesia itu juga meraih Piala Citra lewat film Humba Dreams. Film ini meraih kategori Penatan Musik Terbaik atas nama Aksan Sjuman.

Humba Dreams menceritakan kisah Martin (J.S. Khairen), seorang mahasiswa perfilman asal Jakarta yang kembali ke Sumba untuk melakukan tugas yang sulit. Dalam perjalanannya itu, ia bertemu Ana (Ully Triani). Di situlah terjadi dialog antara keduanya, yang membawa pada jawaban-jawaban yang Martin cari.

Jemari yang Menari di Atas Luka-luka

Untuk kategori Film Cerita Pendek Terbaik, Jemari yang Menari di Atas Luka-Luka memang layak memenangkannya.

Tanpa dialog bertele-tele, film ini mengisahkan tentang seorang perempuan yang bekerja sebagai perias mayat. Di balik pekerjaannya itu, ia menyimpan kegelisahan hebat. Apa itu?

Film pendek ini dibuat oleh Putri Sarah Amelia dan memiliki durasi sekitar 16 menit. Jemari yang Menari di Atas Luka-Luka telah tayang di Festival Film Laos Luang Prabang Film Festival 2020, Shorts Film Festival and Asia 2020 di Jepang, serta Show Me Shorts Film Festival 2020 di New Zealand. Wah, wajib tonton, nih!