Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Anggaran Pertahanan Inggris
(Foto: army-technology)

3 Skenario Anggaran Pertahanan Inggris di Tengah Pandemi COVID-19



Berita Baru, Internasional – Inggris kini sedang berada pada tahap awal pandemi COVID-19. Anggaran pertahanan negara mereka pun masih diselimuti oleh ketidakpastian angka yang substansial. Ini disebabkan karena prediksi anggaran seringkali didasarkan pada proyeksi PDB dan statistik pemerintah tentang pengeluaran.

Pembaruan dari data itu sendiri banyak mengarah pada adanya krisis yang disebabkan oleh pandemi virus korona. Namun, merupakan tantangan tersendiri ketika menyediakan satu perkiraan tunggal mengenai anggaran pertahanan di tahun yang akan datang.

Dampak virus korona sangat tergantung pada durasi penyebarannya, terutama apakah dampaknya dapat dikurangi lebih awal atau lebih lambat. Untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ini GlobalData telah menghasilkan tiga skenario untuk anggaran pertahanan Inggris hingga Tahun Anggaran 2024 : 1) skenario Pre-Covid-19; 2) skenario GDP Percentage Status Quo; dan 3) skenario Austerity.

3 Skenario Anggaran Pertahanan Inggris di Tengah Pandemi COVID-19

Skenario Pre-Covid-19

Setelah krisis yang diakibatkan oleh pandemi virus korona, hasil terbaik untuk anggaran pertahanan Inggris akan melihat peningkatan anggaran yang berkelanjutan. Skenario ini akan melihat pertumbuhan dalam hal-hal aktual yang diperkirakan sebelum pandemi.

Perkiraan ini akan sejalan dengan skenario di mana PDB Inggris sebagian besar tidak terpengaruh oleh pandemi COVID-19. Tetapi ini bisa saja tidak berlaku karena pemerintah Inggris dapat memutuskan untuk tidak mempertahankan tingkat pengeluaran Pre-Covid-19. Artinya, pemerintah Inggris tidak akan merubah anggaran pertahan mereka meskipun berada ditengah perang melawan COVID-19.

Inggris berkomitmen untuk menyediakan hampir 2% dari PDB untuk anggaran pertahanan (1,87% pada TA2020 menurut GlobalData). Ini akan memastikan pertumbuhan anggaran pertahanan yang stabil dalam kurun waktu yang sudah ditentukan.

Akan tetapi, skenario ini tampaknya tidak mungkin, mengingat pandemi virus korona hampir pasti akan berdampak negatif terhadap ekonomi Inggris, setidaknya untuk beberapa periode jangka pendek yang dibutuhkan dalam skenario ini.