12 Nelayan Filipina Hilang Setelah Ditabrak Kapal China

Ilustrasi kapal cargo (Foto : Istimewa)

Berita Baru, Internasional – Sekitar 12 orang nelayan Filipina hilang setelah kapal yang dikendarainya diduga ditabrak kapal cargo milik China di Laut China Selatan, Minggu (18/6).

Dilansir dari CNN, insiden itu terjadi sekitar 15 mil (24 kilometer) dari kota Paluan atau di lepas pantai barat laut provinsi Occidental Mindoro.

Sementara, dilansir dari Inquirer.net dan Rappler yang dikutip CNN seorang penjaga pantai Filipina menyebut 12 kru kapal hilang plus dua karyawan lain dari perusahaan yang sama.

Berdasarkan laporan Rappler, kapal yang menabrak perahu nelayan itu adalah kapal kargo Cina. Sementara laporan Inquirer.net menyebut kapal itu ditandai di Hong Kong, yang merupakan wilayah semi-otonomi China.

“Ketika (tim) kami tiba di daerah itu, mereka masih melihat kapal penangkap ikan terbalik tetapi tidak menemukan siapa pun lagi,” kata Commodore Leovegildo Panopio, komandan penjaga pantai di distrik Tagalog Selatan, seperti dikutip Inquirer dari CNN.

Sebelumnya, pada 9 Juni 2020 sebuah kapal pukat nelayan China menabrak dan menenggelamkan kapal Filipina. Kasus ini terjadi lebih dari 300 kilometer arah barat daya dekat Reed Bank. Ini adalah wilayah di Laut Cina Selatan yang ada dalam kekuasaan Manila, tetapi juga diklaim oleh Beijing.

Berita Terkait :  Pesawat Pengintai AS Kembali Kepergok China Saat Beroperasi di Laut China Selatan

Nelayan Vietnam menyelamatkan 22 orang Filipina setelah tabrakan itu. Hal ini menyebabkan Presiden Rodrigo Duterte dituduh membela Beijing.

Pasalnya, Duterte dianggap meremehkan kasus ini dan menyebut peristiwa itu sebagai “kecelakaan” belaka.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan