Usai Wadul Bupati, Pupuk Subsidi Petani di Gresik Langsung Terdistribusi

    Berita Baru, Gresik – Raut sumringah terlihat di wajah para petani Desa Ngampel, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Bagaimana tidak, mulai Minggu (28/3) sore mereka sudah mendapatkan distribusi pupuk bersubsidi dari pemerintah.

    Satu-persatu petani antre di gudang penyimpanan usai ratusan kantong pupuk subsidi dari pemerintah dipindah dari truk pengangkut. Mereka tidak sabar mendapat jatah pupuk NPK, Phonska maupun jenis lainnya yang disubsidi sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK).

    “Alhamdulillah, sudah ada pupuk. Tadi sore ini sudah datang. Kami gembira akhirnya bisa mendapatkan pupuk. Mungkin karena kemarin kami bertemu Pak Bupati di rumah dinasnya jadi langsung lancar distribusi pupuknya,” kata Sutikno, Pengurus Gapoktan Desa Ngampel.

    Sutikno menyatakan, sebelumnya para petani resah karena hingga masuk musim tanam kedua masih belum ada pupuk bersubsidi masuk ke desanya. Padahal petani sudah waktunya melakukan pemupukan pada komoditi padi.

    Saking resahnya, pada Senin (22/3) pekan lalu, para petani asal Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang ini mengadukan permasalahan penyaluran pupuk bersubsidi ke Bupati Fandi Akhmad Yani di Pendopo Rumah Dinas Bupati Gresik.

    Sutikno bercerita jika selama ini penebusan pupuk bersubsidi di desa-desa sangat sulit. Dan, terdapat administrasi yang berbelit. Bahkan, ia sempat ditolak oleh agen untuk mendapatkan pupuk hanya karena salah input data NIK yang dilakukan petugas.

    “Saat itu waktu mau nebus, petugas yang bagi pupuk bilang katanya NIK salah input. Akhirnya saya waktu itu tidak jadi beli pupuk dan harus mengurus surat keterangan ke kepala desa,” ujar dia.

    Sebenarnya, ditambahkan Sutikno keinginan para petani tak muluk-muluk. Mereka hanya meminta adanya ketersediaan pupuk bersubsidi sehingga bisa digunakan petani hingga masa panen nanti sehingga petani tidak was-was setiap membutuhkan pupuk.

    “Birokrasi ruwet. Petani sudah masuk musim tanam kedua. Tapi, proses penebusan pupuk bersubsidi super sulit. Kami meminta pemerintah mengubah jalur distribusi pupuk subsidi lebih mudah, ketersediaan ada sehingga petani Gresik sejahtera,” terangnya.

    Dia menyatakan, kelompok tani di wilayahnya sebenarnya sudah teregister sesuai RDKK yaitu rencana kebutuhan sarana produksi pertanian dan alsintan untuk satu musim yang disusun berdasarkan musyawarah anggota kelompok tani.

    “Namun saat penyaluran terkadang dipersulit. Padahal hanya hal administrasi, seharusnya ketika petani butuh ya pupuk ini sudah ready sehingga petani tidak was-was,” ungkapnya.

    Menanggapi hal itu usai disambati para petani, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berjanji akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait. Ia berjanji, ke depan distribusi pupuk akan lancar sebelum tiba musim tanam sehingga petani tak perlu was-was.

    “Saya menerima perwakilan petani Gapoktan Balongpanggang dan Benjeng. Saya temui mereka di rumah dinas. Bapak-bapak petani ini mengeluhkan distribusi pupuk yang seringkali tersendat dan berakibat menyusahkan para petani dalam bertanam,” kata Bupati Yani.

    Dalam pertemuan itu, orang nomor satu di Gresik ini memberikan atensi lebih terhadap produktivitas pertanian salah satunya dengan memberikan kecukupan dan ketersediaan pupuk bersubsidi untuk petani.

    “Insyaallah persoalan kecukupan pupuk para petani Gresik juga menjadi perhatian kami. Terima kasih ngge telah diberi saran dan masukan. Insyaallah kita selesaikan satu per satu,” terangnya, menambahkan.

    Facebook Comments
    - Advertisement -

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini