UMP 2020 Naik 8,51%, Ini Tanggapan Pengusaha

Berita Baru, Jakarta – Pemerintah menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten (UMK) ditahun 2020. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor B-m/308/HI.01.00/X/2019 tertanggal 15 Oktober 2019 tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2019.

Adapun kenaikan upah yang ditetapkan sebesar 8,51% dari UMP tahun 2019. Kenaikan ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan, inflasi nasional sebesar 3,39% dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12%.

Menanggapi hal ini, Corporate Secretary PT Mandom Indonesia Tbk Alia Dewi mengakui pihaknya masih mempelajari kebijakan tersebut, sehingga belum bisa berkomentar banyak

“Terutama karena posisi pabrik kami di Cibitung jadi masih menunggu untuk Kabupaten Bekasi,” jelasnya.

Di sisi lain, PT Johnson & Johnson Indonesia menanggapi adanya patokan besaran UMP dari pemerintah pada dasarnya memberikan kepastian bagi dunia usaha.

Devy Yheanne, Country Leader of Communications & Public Affairs PT Johnson & Johnson Indonesia, tidak memungkiri kenaikan UMP akan memberatkan dunia usaha.

Berita Terkait :  PMII Bandar Lampung Imbau Masyarakat Tak Gunakan Kantong Plastik

“Oleh karenanya, kenaikan UMP 2020 sebaiknya juga diimbangi dengan diberikannya insentif bagi pelaku usaha,” kata Devy.

Meski demikian, Devy mengaku pihaknya tidak ada langkah khusus dalam menghadapi kenaikan UMP. Mengingat, selama ini perusahaan sudah memberikan gaji dan upah karyawan di atas UMP.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini