Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Tokoh Lintas Agama

Tokoh Lintas Agama Tegal Doakan Almarhum Gus Dur

Berita Baru, Tegal – Tokoh lintas agama menggelar doa bersama mengenang 10 tahun wafatnya KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), Sabtu (28/12). Dipusatkan di gedung Theater komplek PPIB Jalan Kolonel Sugiono, acara dilaksanakan oleh Gerakan Pemuda Ansor (GP) Kota Tegal.

Diantara tokoh agama yang hadir yaitu Hindu, Protestan, Katolik, Islam, Konghucu dan Buddha Tri Dharma. Tokoh lintas agama itu memanjatkan doa sesuai dengan keyakinan agamanya masing-masing untuk mendoakan mantan Ketua Umum PBNU ini.

Adapun dari pemerintahan, hadir antara lain, Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono, Wakil Walikota Tegal M Jumadi, Forkompinda, Pengurusan dan jajaran anggota GP Ansor dari tinggkat Pimpinan Cabang hinggal Ranting dan tokoh NU Tegal.

Ketua Panitia, Bambang Irawan mengatakan peringatan 10 tahun wafatnya Gus Dur merupakan momen istimewa. Hal ltu karena Almarhum Gus Dur telah meninggalkan pandangan-pandangan kebangsaan, keagamaan maupun politik dan budaya.

Apalagi di saat ini, lanjutnya, kondisi bangsa Indonesia sedang cukup memprihatinkan selama 10 tahun terakhir. Bangsa Indonesia sedang menghadapi ancaman perpecahan akibat politik identitas.

”Ini semua membuat kita semua cukup prihatin. Kita benar-benar merasakan kesedihan yang luar biasa. Dalam saat-saat seperti ini, kita mengingat, atau kita merindukan tokoh atau sosok yang bisa mempersatukan bangsa.”

“Tokoh yang bisa dijadikan teladan semua elemen bangsa, tanpa melihat suku dan agama. Di saat-saat seperti inilah kita rindu sosok Gus Dur. Kita rindu sosok Guru Bangsa yang melalui pemikiran-pemikiran dan kekuatan spiritualnya bisa menyatukan dan menjadikan bangsa ini tetap utuh,” terang Bambang.

Sepakat dengan Bambang, Ketua PC GP Ansor Kota Tegal, Sarwo Edi menerangkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk refleksi dan mencatat ulang sekaligus meneruskan gagasan dari Guru Bangsa.

“Pemuda ansor akan meneruskan perjuangan beliau. Kami tak akan pernah goyah. Harapannya perjuangan beliau menjadi teladan, ” ujar Sarwo. (Jaylani)