Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Tim Kantor Staf Presiden (KSP) temui massa aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI), di kawasan patung kuda, Jakarta, Senin (28/3). (Foto: Istimewa)
Tim Kantor Staf Presiden (KSP) temui massa aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI), di kawasan patung kuda, Jakarta, Senin (28/3). (Foto: Istimewa)

Temui Massa Aksi BEM SI, Tim KSP Terima 6 Tuntutan untuk Presiden Jokowi

Berita Baru, JakartaAliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI), gelar aksi demonstrasi di kawasan patung kuda, Jakarta, Senin (28/3).

Tim Kantor Staf Presiden (KSP)turun ke jalan menemui para pendemo. Tim yang dipimpin Tenaga Ahli Utama Wandy Tuturoong tersebut mendatangi massa untuk mendengar aspirasi mahasiswa.

“Ada enam tuntutan yang disampaikan. Di antaranya terkait isu penundaan Pemilu 2024, UU IKN, kelangkaan minyak goreng, dan konflik agraria,” kata Wandy, kepada wartawan di lokasi.

Wandy menegaskan bahwa pihaknya akan menyampaikan aspirasi mahasiswa tersebut kepada Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Moeldoko untuk kemudian diteruskan ke Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Tim KSP juga menerima 6 risalah tuntutan pendemo untuk dijadikan kajian oleh Presiden Jokowi. “Risalah ini kami terima. Terima kasih kawan-kawan mahasiswa yang sudah mengawal pemerintahan Jokowi – Ma’ruf,” ujar Wandy.

Sebelumnya, massa aksi BEM SI berharap bertemu dan menyampaikan secara langsung aspirasi mereka kepada Kepala KSP Moeldoko. Wandy mengaku dirinya diminta langsung Moeldoko untuk menemui pendemo.

Wandy menyebut, massa BEM SI memberi waktu selama 14 hari untuk pemerintah menyatakan sikap atas tuntutan mereka. “Dan ini soal kebijakan, tentu kita sampaikan dulu kepada pimpinan,” tegasnya.

Dalam aksinya kali ini, BEM SI melayangkan sejumlah tuntutan. Pertama, mereka menuntut pemerintah untuk bersikap dan memberikan pernyataan tegas terhadap penundaan pemilu atau masa jabatan presiden 3 periode.

“Karena sangat jelas menghianati konstitusi negara,” tulis tuntutan BEM SI.

Kedua, BEM SI juga mendesak pemerintah untuk menunda dan mengkaji ulang UU IKN dengan pasal-pasal yang bermasalah dan dampak yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial, ekologi, politik dan ekonomi serta kebencanaan.

Mahasiswa juga meminta Presiden untuk menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di masyarakat dan penyelesaian permasalahan ketahanan pangan lainnya.

“Mendesak dan menuntut Presiden Jokowi untuk mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait,” jelasnya.

Selain itu, BEM SI juga menuntut Presiden Jokowi menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di Indonesia serta mendesak Jokowi untuk berkomitmen penuh menuntaskan janji-janji kampanye di sisa masa masa jabatanya.