Setelah Tetapkan Sebagai Gangguan Mental, WHO Kini Gandeng Perusahaan Game

Berita Baru, Jakarta – Situasi dunia yang sedang kacau balau akibat terpaan pandemi COVID-19 membuat video game semakin mendapatkan tempat bagi kebanyakan orang. Bagaimana tidak, dengan bermain game kini kita bisa melakukan isolasi mandiri dan melakukan physical distancing.

Hal tersebut membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dulu sempat menambahkan kecanduan game ke dalam versi terbaru International Statistical Classification of Diseases (ICD) pada 18 Juni 2018 lalu.

ICD sendiri, merupakan sistem yang berisi daftar penyakit berikut gejala, tanda, dan penyebab yang dikeluarkan WHO. Sehingga memasukkannya ke daftar “disorders due to addictive behavior” atau penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan atau kecanduan.

Kini, WHO mulai berubah pikiran dengan melalui kampanye #PlayApartTogether. Upaya ini sebagai bentuk dukungan untuk terus menerapkan pembatasan fisik (physical distancing) selama wabah virus Covid-19.

Ada berbagai cara dalam kampanye tersebut, seperti pemberian penghargaan hingga penyematan inspirasi untuk beberapa game yang populer di dunia.

Perusahaan game yang ikut dalam kampanye ini yakni Activision Blizzard, Kabam, Snap Games, Amazon Appstore, Maysalward, Twitch, Big Fish Games, Playtika, Unity, Dirtybit, Pocket Gems, Wooga, Glu Mobile, Riot Games, YouTube Gaming, Jam City, SciPlay, dan Zynga, yang bisa dikata mewakili miliaran pengguna game di dunia.

Melalui kampanye ini, WHO ingin memanfaatkan pengaruh dan jangkauan video game secara luas untuk mengkampanyekan physical distancing, menjaga kebersihan tangan, dan kebiasan sehat lainnya guna mencegah perluasan COVID-19.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan