Sarjana Asal Gresik Pilih jadi Petani di Tengah Geliat Industrialisasi

Berita Baru, Gresik – Di tengah berkembangnya industrialisasi di Gresik, Ahmad Farid Hasan dan beberapa pemuda lain asal Desa Mojopuro Wetan Kecamatan Bungah lebih memilih menjadi petani.

Di lahan seluas 5000 Meter persegi, pria yang akrab di panggil Farid ini menanam berbagai macam tanaman, seperti merica dan sukun.

Ia mengatakan, secara ekonomi bertani juga bisa mensejahterakan dan bisa menyelamatkan bumi.

“Kita ingin memberikan contoh kepada kaum muda, bahwa bertani juga bisa menyejahterakan ekonomi dan memenuhi kebutuhan yang layak, di sisi lain juga menyelamatkan bumi dari pemanasan global,” ujarnya kepada Beritabaru.co, Senin (03/02).

Pri lulusan S1 Universitas Islam Negri (UIN) Yogyakarta ini juga menambahkan, berkembangnya industri di Gresik telah melunturkan mental generasi muda untuk bertani. Padahal, jika dikaji secara mendalam, penghasilan bertani juga tidak kalah dengan industri, dan bahkan lebih bersifat jangka panjang.

“Dalam pertanian, kita kalah dengan Thiongkok, Brazil, Argentina. Mereka secara teknologi dan inovasi di bidang tani sudah sangat maju,” pungkasnya.

Diketahui di tahun 2019, seluas 9.597 hektar lahan pertanian di Jawa Timur alih fungsi menjadi tempat bisnis, seperti kawasan pergudangan, perindustrian, dan juga untuk bisnis properti. Salah satunya adalah Kabupaten Gresik.

Tinggalkan Balasan