Sang Penerobos Sebelum Ronaldo dan Messi Bersaing Ketat

Sumber foto: yomamen.com

Berita Baru, Jakarta — Kaka merupakan salah satu legenda pesepak bola terbaik di dunia yang pernah ada. Bisa dibilang ia merupakan pemain terbaik sebelum persaingan ketat antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi terjadi.

Sebagai pemain sepak bola, dia bukanlah satu-satunya pemain terbaik yang lahir dari negeri Samba.

Kita tahu sejarah sepak bola Brazil telah melahirkan sejumlah nama besar yang turut menghiasi dunia sepak bola. Sebut saja misalnya Pele, Luis Nazario de Lima Ronaldo, Rivaldo, Garrincha, Romario dan Ronaldinho dan lainnya.

Meski begitu, ketika kita akan mencari tahu siapa pemain terbaik sejagat sebelum persaingan antara pemain timnas Portugal dan Argentina itu berlangsung hingga saat ini adalah Kaka jawabannya.

Lahir dengan nama lengkap Ricardo Izecson dos Santos Leite pada 22 April 1982 di Gama, Distrik, Brasil.

Ia pemain luar biasa dari negeri samba, Brazil yang pada tahun 2007 lalu bersama AC Milan mampu menggondol gelar Ballo d’Or dan menjuarai Liga Champions.

Kaka ketika melewati Heinze, wing back MU 2007. Sumber foto: Youtube.com

Ketika melihat pemain Brazil mengeluarkan skill terbaiknya, mungkin kita akan menyebut itu sebuah keajaiban. Kita lihat misalnya, bagaimana tarian Ronaldo, Ronaldinho atau Robinho di atas lapangan–dengan gocekan khas ala negeri Samba mampu melewati satu, dua bahkan tiga pemain lawan.

Berita Terkait :  Champions League: Dua Laga Ditunda Karena Corona

Tetapi tidak demikian dengan Kaka. Dia justru tidak bisa melakukannya dengan skill yang indah seperti itu. Dia nyaris tidak pernah melakukan hal-hal yang tidak bisa ditakar melalui akal sehat dalam sepak bola–dalam artian ia tampil berbeda–tidak dengan gaya Samba.

Kaka seorang playaker yang berbeda. Jika seorang playmaker dituntut mampu menjadi pengatur serangan dengan umpan-umpan manja kepada sang striker, Kaka tidak (sebagai playmaker) dia tampil menjadi pendobrak pertahanan lawan dengan kecepatannya.

Lihat misalnya bagaimana ketika dia melakukannya kala masih berseragam AC Milan di semi final Liga Champions musim 2006-2007. Dengan kecepatannya dia melaju di sisi kiri pertahanan MU–melewati Heinze, Paul Scholes dan Evra yang kemudian datang membantu. Tetapi dengan cerdik, Kaka mampu melewati dan mencetak gol ke gawang Manchester United.

Kaka mampu menyihir mata penonton dengan gaya seperti itu, unik. Bahkan dia bukan playmaker yang suka mengatur tempo permainan. Apapun dan bagaimanapun keadaannya, dia selalu suka tampil menerobos. Baik itu serangan balik atau serangan biasa. Garis pertahanan lawan seperti apapun itu Kaka akan selalu hadir untuk berupaya mengancam dan membelahnya.

Berita Terkait :  UEFA Akan Terapkan Format Baru di Sisa Pertandingan Champions
Kaka ketika meraih Ballon d’Or 2007 silam. Sumber foto: marca.com

Sebagai seorang playmaker, dia lebih banyak mencetak gol daripada membuat assist. Torehan assistnya yang banyak hanya terjadi saat dia membela Los Blancos di La Liga. Selama berseragam Madrid, dia mencetak 23 gol dan 26 assist.

Sepanjang karirnya di level klub–dari 529 kali penampilannya, Kaka telah mencetak 161 gol dan membuat 129 assit. Sementara dengan timnas Brazil dia mengoleksi 29 dari 92 laga yang dimainkannya.

Saat ini, Kaka sudah pensiun. Dia mengakhiri kariernya bersama klub Amerika, Orlando City SC pada 2017 silam. Ya, itulah Kaka. Pemain terbaik dunia sebelum Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi mendominasi panggung sepak bola Eropa bahkan mungkin dunia.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan