Saingi Google Search App, Huawei Menguji Aplikasi Penelusurannya Sendiri

Huawei Search
(Foto: Olivia Zhang)

Berita Baru, Internasional – Setelah Departemen Perdagangan AS memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam pada Mei 2019, raksasa teknologi Cina itu kini menghentikan perangkat lunak Google, termasuk edisi terbaru sistem Android-nya.

Huawei sedang dalam perjalanan untuk menciptakan “pembunuh” yang mungkin dari Google Search App di tengah larangan AS yang sedang berlangsung. Larangan itu sendiri berisi larangan Huawei bekerja dengan perusahaan-perusahaan asal AS tahun lalu.

Perusahaan Huawei saat ini mengajak pengguna di Uni Emirat Arab untuk menguji aplikasi penelusurannya, Huawei Search, versi beta dalam rangka “meyakinkan calon pelanggan potensial bahwa mereka dapat hidup tanpa aplikasi Google.”

Huawei Search adalah aplikasi pencarian dasar yang hanya memungkinkan Anda memasukkan permintaan untuk mencari halaman web, video, artikel berita, atau gambar di Internet”, tulis XDA Developers.

Selain itu, ada cara pintas untuk aplikasi “the current weather”, “sports”, “unit conversion” dan “calculator.” Di samping itu, dalam pengaturan, pengguna juga bisa untuk melihat riwayat pencarian mereka (atau mematikannya), memberikan umpan balik, dan mengubah wilayah pencarian dan bahasa mereka.

Tangkapan layar kemungkinan antarmuka Huawei Search

Di bawah User Agreement for Huawei Search, layanan ini dioperasikan oleh Aspiegel Limited, anak perusahaan raksasa teknologi Cina yang berbasis di Irlandia.

Berita Terkait :  Google Beri Peringatan Pengguna Huawei

Dokumen tersebut menetapkan bahwa pengguna “harus memiliki ID Huawei.” Namun, masih belum jelas kapan Huawei Search akan mulai bisa tersedia untuk pelanggan.

“Akan terlalu dini untuk mengatakan bahwa Huawei Search adalah alternatif untuk pencarian Google atau Microsoft Bing. Namun ada kemungkinan bahwa layanan ini dapat berkembang menjadi pesaing yang layak di masa depan,” XDA Developers menyimpulkan.

Google Berusaha Memulihkan Android di Perangkat Huawei

Perkembangan datang setelah Sameer Samat selaku wakil presiden Google Play dan Android mengungkapkan ketika berbicara dengan outlet berita Jerman DPA pada akhir Februari bahwa Google telah mengajukan izin pemerintah AS untuk melanjutkan hubungan bisnis dengan Huawei.

Ini terjadi setelah Huawei baru-baru ini mengkonfirmasi bahwa ponsel pintar terbaru Huawei Mate 30 Pro akan rilis tanpa Google Media Services (GMS), termasuk Google Play Store, karena lisensi GMS-nya dibatalkan setelah ada larangan dari AS.

Namun, konsumen ponsel Huawei yang lebih lama, dalam artian sebelum ada larangan, masih akan terus bisa menikmati aplikasi Google di perangkat mereka. Hal itu dikarenakan adanya laporan bahwa ribuan aplikasi telah terintegrasi dengan alternatif layanan media Huawei.

Berita Terkait :  China Siap Membalas Langkah AS Blokir Pasokan Chip ke Huawei

Pada bulan Agustus 2019, Huawei juga meluncurkan sistem operasi Harmony-nya, yang diharapkan dapat berfungsi sebagai alternatif untuk Android Google. Namun saat ini hanya ditampilkan pada produk-produk TV perusahaan – Vision, Honor Vision, dan Honor Vision Pro.


PenerjemahIpung
SumberSputnik News
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan