Sebuah Roket Mendarat di Dekat Rumah Presiden Afghanistan saat Salat Iduladha Berlangsung

-

Berita Baru, Kabul – Sebuah roket mendarat di dekat istana kepresidenan Afghanistan di Kabul saat salat Iduladha berlangsung pada hari Selasa (20/7), kata pejabat dan laporan media setempat.

Belum ada laporan mengenai korban dalam insiden tersebut. Belum bisa dipastikan siapa yang berada di balik serangan itu.

Jika melihat video-video media loka, terlihat Presiden Ashraf Ghani tetap melanjutkan salat meskipun terjadi beberapa ledakan keras di daerah itu.

Roket yang ditembakkan sekitar pukul 8 pagi (03:30 GMT) itu terdengar di Zona Hijau yang dijaga ketat yang menampung istana dan beberapa kedutaan, termasuk misi AS.

Berita Terkait :  Seorang Warga Amerika Serikat Diculik di Afghanistan

Ghani kemudian menyampaikan pidato dari podium terbuka dengan disiarkan di media lokal.

Berita Terkait :  Ribuan Orang Mendemo Netanyahu Karena Korupsi dan COVID-19

Sedikitnya tiga roket mendarat di ibu kota Afghanistan saat kota itu menandai dimulainya hari raya umat Islam, kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Mirwais Stanekzai.

“Hari ini musuh Afghanistan melancarkan serangan roket di berbagai bagian kota Kabul,” kata Stanekzai, dilansir dari Al Jazeera.

“Semua roket menghantam tiga bagian yang berbeda. Berdasarkan informasi awal kami, belum ada korban. Tim kami sedang menyelidiki.”

Personel keamanan Afghanistan memeriksa kendaraan yang rusak di salah satu tempat roket mendarat, di Kabul [Rahmat Gul/AP].

Insiden pengiriman roket ke istana kepresidenan sudah pernah terjadi sebelumnya, terakhir kali terjadi pada bulan Desember kemarin.

Serangan itu bertepatan dengan serangan Taliban di seluruh negeri ketika pasukan asing mengakhiri penarikan pasukan yang dijadwalkan akan selesai pada 31 Agustus.

Berita Terkait :  Pemboman Bus di Afghanistan, 11 Orang Tewas
Berita Terkait :  Mobil Bom Meledak di Pangkalan Tentara Nasional Afghanistan

Tidak seperti beberapa tahun sebelumnya, Taliban tidak mengumumkan gencatan senjata selama liburan Iduladha tahun ini, meskipun ada seruan mendesak dari masyarakat sipil Afghanistan dan masyarakat internasional untuk mengakhiri pertempuran.

Pada hari Senin (19/7) kemarin, 15 misi diplomatik dan perwakilan NATO di Kabul mendesak Taliban untuk menghentikan serangan, hanya beberapa jam setelah kelompok itu dan pemerintah Afghanistan gagal menyepakati gencatan senjata pada pembicaraan mereka di Doha.

“Serangan Taliban bertentangan langsung dengan klaim mereka untuk mendukung penyelesaian yang dirundingkan,” bunyi pernyataan itu.

“Ini telah mengakibatkan hilangnya nyawa orang Afghanistan yang tidak bersalah, termasuk melalui pembunuhan yang ditargetkan, pemindahan penduduk sipil, penjarahan dan pembakaran gedung, penghancuran infrastruktur vital, dan kerusakan jaringan komunikasi,” lanjut pernytaan tersebut.

Berita Terkait :  Trump Batalkan Perjanjian Damai dengan Taliban

Selama berbulan-bulan, kedua belah pihak telah bertemu di dalam dan di luar ibukota Qatar tetapi hanya mencapai sedikit kesepakatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU