Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

RUU Kesehatan Ibu dan Anak Juga Atur Cuti untuk Suami
(Foto: Pixabay)

RUU Kesehatan Ibu dan Anak Juga Atur Cuti untuk Suami



Berita Baru, Jakarta – Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Bidang Kesetaraan Gender dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Dian Ekawati, menegaskan bahwa dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Kesehatan Ibu dan Anak, cuti melahirkan akan diberlakukan secara optimal, termasuk bagi suami.

“Nanti ada peraturan pemerintah terkait dengan pelaksanaan termasuk pelaksanaan cutinya gitu ya. Nanti ada mekanisme pengawasannya seperti apa, pengajuannya seperti apa, dokumentasi keharusannya seperti apa,” ujar Dian pada Selasa (23/4/2024).

Dian menjelaskan bahwa RUU KIA memberikan waktu dua tahun untuk menyusun aturan turunan, seperti Peraturan Presiden dan Peraturan Pemerintah. Aturan ini akan mengatur mekanisme pemberian cuti serta sanksi bagi perusahaan maupun individu yang melanggar aturan tersebut.

“Tentu kita juga tidak mau yang mendorong satu undang-undang yang nanti akan berdampak buruk. Tentu namanya undang-undang kita pasti akan ada mengikat terkait dengan sanksi yang diharapkan nanti ke depannya,” jelasnya.

RUU KIA menyatakan bahwa ibu yang melahirkan berhak mendapat cuti minimal tiga bulan, dapat diperpanjang hingga tiga bulan berikutnya dengan surat keterangan dokter. Sedangkan, suami yang mendampingi istri melahirkan berhak mendapat cuti minimal dua hari, atau tambahan tiga hari sesuai kesepakatan.

Dian juga menekankan bahwa memberi cuti melahirkan tidak hanya untuk kesehatan ibu dan anak, tapi juga dapat meningkatkan produktivitas kerja pegawai.

“Ke depannya revenue-nya diharapkan akan meningkat karena pekerjanya tidak terlalu banyak yang mengambil cuti gitu ya. Maka kesakitan juga menurun dan juga pekerjanya bahagia,” katanya.

Psikolog Anak dan Remaja, Mutia Aprilia, menambahkan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan dapat membantu perkembangan emosional anak. Keterlibatan ayah membuat anak memiliki percaya diri, kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi yang lebih baik.

“Jangka panjang, keterlibatan ayah membuat anak mendapatkan pekerjaan yang mapan serta terhindar dari berbagai masalah psikologis dan perilaku berisiko tinggi ketika beranjak dewasa,” ungkapnya.