Rumah Lintas Agama Dorong Pemerintah Tegas dalam Penanganan Aksi Terorisme

Tegar Herlambang (Pendiri dan Ketua Umum Rumah Lintas Agama Indonesia)

Berita Baru, Jakarta – Dua aksi terorisme kembali terjadi dalam rentang waktu berdekatan, yakni di Gereja Katedral Makassar dan Mabes Polri. Selain para pelaku terduga teroris yang tewas di tempat, beruntungnya tidak ada korban jiwa lain dalam dua peristiwa tersebut.

Rumah Lintas Agama Indonesia sebuah organisasi yang bergerak pada isu toleransi dan perdamaian antar umat beragama angkat bicara akan adanya aksi terorisme yang mengatasnamakan agama tertentu.

“Kami mendorong pemerintah untuk segera melakukan langkah-langkah percepatan dalam menerapkan kebijakan-kebijakan yang sudah dicanangkan dalam upaya mencegah munculnya tindakan terorisme dan berkembangnya ideologi ekstremisme kekerasan yang mengiringinya, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan komponen masyarakat sipil.” ucap Ayu Larissa, sekretaris umum Rumah Lintas Agama Indonesia.

Ajaran radikalisme atau ekstremisme sudah lama tersebar melalui sosial media, banyak masyarakat yang terdoktrin akan ajaran tersebut utamanya kalangan muda. Dengan dalih jihad banyak yang tertarik untuk mengikuti radikalisme tersebut.

Peristiwa bom bunuh diri menambah catatan memilukan kehidupan toleransi di negeri ini. Hilangnya rasa aman beribadah merupakan bencana dalam kehidupan multikultural di Indonesia. Bahkan beberapa saat yang lalu berita penolakan pendirian rumah ibadah masih terjadi.

Tegar Herlambang yang merupakan pendiri Rumah Lintas Agama Indonesia mengajak seluruh tokoh agama dan masyarakat untuk menyebarkan gagasan agama yang ramah, serta memoderasi kehidupan beragama kita agar sesuai dengan ajaran agama yang menjadi rahmat bagi semesta. Kekerasan dan kebencian bukanlah ajaran agama manapun, serta meminta negara untuk lebih aktif mencegah berkembangnya ideologi ekstremis di semua level kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai upaya mencegah munculnya kader radikalisme, Rumah Lintas Agama Indonesia terus berkomitmen untuk mengawal serta mengedukasi mengenai pentingnya toleransi dan kerukunan umat beragama baik melalui sosial media maupun ke masyarakat secara langsung.

Perbedaan itu bukan untuk penyerangan dan penindasan. Perbedaan itu sebagai perwujudan kreativitas ilahi yang membuat sesuatu tidak ada yang sama. Semua agama mengajarkan kedamaian, budi pekerti, dan amal sholeh.

Beragama tidak hanya soal masuk surga atau neraka, beragama adalah soal ikrar kita kepada tuhan bahwa seluruh shalat, ibadah, hidup dan mati kita hanya untuk tuhan semesta alam. Dengan beragama kita di ajarkan tertib sosial, dengan bergama kita diajarkan menjadi manusia seutuhnya.

Teror tidak akan melemahkan bangsa ini, teror tidak akan melemahkan persatuan dan kesatuan bangsa ini, teror tidak akan melemahkan cinta kita sebagai sesama umat beragama dan sebagai sesama umat manusia.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini