Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Riset Harvard Sebut Social Distancing Sampai 2022
(Foto: CNBC)

Riset Harvard Sebut Social Distancing Sampai 2022



Berita Baru, Internasional – Sebanyak 2 juta penduduk bumi telah terinfeksi oleh Covid-19 atau dikenal dengan virus corona yang meluas di hampir seluruh dunia dengan waktu yang sangat cepat. Sebanyak 126 ribu di antaranya bahkan telah tewas akibat penyakit yang menyerang organ pernafasan ini. Dilansir dari CNBC, Rabu (15/4).

Peneliti di Johns Hopkins University meyakini bahwa virus ini kemungkinan sudah lebih banyak menjangkiti penduduk di dunia, tapi karena keterbatasan alat dan akses untuk tes membuat banyak kasus-kasus tidak masuk dalam laporan. Belum lagi kecurigaan kepada pemerintahan di beberapa negara yang diduga menyembunyikan data penyebaran wabah sebenarnya kepada publik.

Dari semua negara yang terjangkit virus, saat ini Amerika Serikat mencetak rekor tertinggi melebihi China yang merupakan negara awal tempat wabah menyebar.

Dr Robert Redfield, direktur US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan Amerika bahkan harus bersiap gelombang dua infeksi corona virus di musim dingin mendatang, meski saat ini puncak penyebaran virus tengah terjadi di beberapa negara bagian tersebut.

“Kita harus mengasumsikan ini seperti virus pernafasan lainnya, dan akan ada musimnya,” kata Robert, dikutip dari ABC News.

Ia menambahkan virus ini akan menjadi penyakit musiman seperti flu biasa, dan negara harus bertempur dengan ini secara agresif di musim dingin mendatang.

Selain jadi virus musiman, penelitian lain menyebutkan kemungkinan perlunya menerapkan jaga jarak atau social distancing sampai 2022 mendatang untuk menghindari terjadinya pandemi lagi. Apalagi jika vaksin belum ditemukan, atau bahkan kapasitas rumah sakit masih belum bertambah.

Studi ini ditulis di Journal Science oleh peneliti di Harvard TH Chan School of Public Health. Ia mengingatkan pandemi ini akan bangkit lagi jika kebijakan social distancing dihapuskan sekaligus. Padahal ini kunci paling utama untuk menahan pandemi.

“Puasa berdekatan jarak ini kemungkinan diperlukan sampai 2022, sampai rumah sakit bertambah secara substansial dan vaksin tersedia.”

Pengobatan efektif dan vakcin kemungkinan butuh waktu berbulan-bulan untuk dikembangkan sampai dites, yang artinya upaya non farmasi seperti jaga jarak akan terus dibutuhkan untuk mencegah penyebaran infeksi.