Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Refleksi Satu Tahun IWNU, Soroti Kinerja Bupati dan Wabup Gresik

Refleksi Satu Tahun IWNU, Soroti Kinerja Bupati dan Wabup Gresik

Berita Baru, Gresik – Setahun lahirnya Inspirasi Warga Nahdlatul Ulama atau IWNU Gresik menjadi momentum refleksi internal organisasi maupun capaian kinerja pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Grup media sosial (medsos) pendukung pasangan Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Aminatun Habibah (NIAT) dalam kontestasi Pilkada 2020 itu menggelar pertemuan di salah satu rumah makan Jalan Proklamasi Gresik, Minggu (23/1). 

Refleksi dihadiri ratusan warga IWNU mulai jajaran dewan penasihat, pengurus harian hingga anggota dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Gresik, diantaranya Ketua IWNU Gresik Sunyoto, Sekretaris Irfan Choirie, Bendahara Subur, Ketua Dewan Penasihat Ahmad Nadir, dan Dewan Penasehat Nur Hudi Didin Arianto.

Dalam refleksi itu, segenap perwakilan relawan IWNU Gresik yang datang dari berbagai wilayah kecamatan hingga akar rumput satu-persatu menyampaikan aspirasi dan masukan terkait kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Aminatun Habibah. Sebagian mereka bahkan melontarkan kritikan.

Ketua IWNU Gresik, Sunyoto menegaskan mendukungan penuh IWNU terhadap pemerintah di bawah kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Aminatun Habibah hingga akhir periode. Meski begitu, pihaknya akan tetap melakukan evaluasi seberapa jauh capaian kinerja pemerintah dalam mewujudkan perubahan Gresik Baru.

“Yang pasti IWNU tetap mendukung Pak Bupati, sambil kita mendukung kita tetap evaluasi sampai akhir periode karena masih ada waktu hingga 2024, dan kita akan menyampaikan aspirasi rakyat kepada pemerintah agar tercipta tatanan kebijakan sebagaimana apa yang telah dicita-citakan bersama,” katanya.

Sunyoto menyatakan bahwa IWNU tetap kritis terhadap pemerintahan Gresik Baru, jika dukungan tahun-tahun selanjutnya tidak ada perubahan yang signifikan, maka pihaknya akan mengambil sikap pada pemilu 2024 mendatang.

“Nanti akan kita evaluasi. Diteruskan atau tidak untuk dukung Gus Yani dan Bu Min. Kita kan belum tahu mereka maju atau tidak di 2024. Mungkin nanti kita bisa konsen untuk dukungan kepada calon legislatif (Pileg) 2024 dulu. Banyak warga IWNU yang akan maju,” bebernya.

Sunyoto tidak menampik bahwa relawan-relawan pendukung Niat saat ini banyak yang kecewa atas kebijakan yang telah dilakukan oleh bupati. Karena itu, hasil dari pertemuan IWNU akan disampaikan kepada bupati. 

“Dalam waktu dekat akan kami sampaikan kepada Pak Bupati,” tegasnya.

Sementara Nur Hudi Didin Arianto mengungkapkan IWNU sebagai embrio munculnya relawan-relawan lain saat mendukung pasangan Niat di Pilkada 2020. Sehingga memiliki tanggung jawab moral kepada masyarakat, para pendukung, sampai mana Perubahan Gresik Baru yang lebih baik.

“Kerja keras tanpa ingat waktu yang kita lakukan tanpa kenal waktu, tepatnya 9 Desember 2020 Niat menang. Ini hal yang patut kita syukuri,” tukasnya.

Karena itu, ia meminta agar seluruh relawan IWNU melepas bajunya, baik dari Partai Nasdem, PDIP, dan lainnya, untuk bersama-sama mengajak Bupati bermusyawarah saat akan ambil kebijakan. Sebagai contoh kecil mutasi pejabat. Sebab, banyak warga yang mengeluh karena yang dukung malah terkesan dibuang.

“Monggo kita diajak ngomong, agar kita bisa jawab saat ditanya masyarakat saat berjuang,” tuturnya.

Relawan IWNU, kata dia, masih ingat betul bagaimana susahnya saat dulu menggalang dukungan dan memenangkan pasangan Niat (Gus Yani-Bu Min) pada Pilkada 2020.