Ramadan Keempat: antara #TanggaRuhani Penyesalan dan Ketakutan

-

Berita Baru, Ramadan – setelah menyampaikan sepuluh (10) pesan rohani pada bagian permulaan (al-bidayat) dari Tanbih al-Masyi karangan Syekh Abdurrauf al-Sinkili, Oman Fathurahman melanjutkannya pada bagian kedua, yaitu al-Abwab (pintu-pintu).

Al-Abwab memiliki 10 pesan rohani lagi, dan Oman akan menuliskannya sebagai lanjutan dari bagian sebelumnya, sehingga urutannya adalah nomer sebelas.

#TanggaRuhani ke-11 adalah al-Huzn (penyesalan). Menurut Oman, istilah ini al-Sinkili memahaminya sebagai sebentuk penyesalan atas segala kebaikan yang dilewatkan seseorang, padahal sebenarnya ia mampu melakukannya.

Ini seperti ketika kita mampu berbuat baik—melihat orang kelaparan di jalan misalnya dan posisi kita sedang memiliki makanan lebih—tetapi karena alasan tertentu kita abai, cuek, dalam arti tidak berbagi makanan dengan orang di jalan yang lapar tersebut.

Dalam kondisi demikian, menurut Oman berdasarkan pandangan al-Sinkili, kita patut menyesalinya atau merasa sedih secara mendalam.

Adapun #TanggaRuhani ke-12 adalah al-Khauf (takut). Oman memahami, takut di sini lebih pada sikap gundah, was-was, khawatir diri kita ini terjerumus pada hal buruk yang menyebalkan, apalagi kita tidak sadar bahwa sedang terjerumus.

Pada sisi lain, ini bisa dipahami pula sebagai takut akan suatu hukuman, takut menjalani keburukan, sehingga kita akan senantiasa berhati-hati dalam hal apa pun itu.

“Bahasanya itu, al-Khauf di sini ibarat rem dan al-Raja’ sebagai gasnya. Kita penting punya harapan, impian, dan bersemangat menjalankannya, tetapi yang tidak kalah penting juga adalah memiliki rem atau al-Khauf agar kita punya kontrol,” jelas Oman melalui pernyataan tertulis pada Jumat (16/4).

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments