Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Puluhan Warga Ngeluruk Dinsos Gresik, Desak Usut Tuntas Dugaan Penyalahgunaan Bansos

Puluhan Warga Ngeluruk Dinsos Gresik, Desak Usut Tuntas Dugaan Penyalahgunaan Bansos



Berita Baru, Gresik – Gonjang-ganjing penyaluran bantuan sosial (Bansos) di Kabupaten Gresik terus bergulir. Setelah menyeruak temuan kualitas buruk beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme. Kali ini, giliran puluhan warga mengatasnamakan Komite Rakyat Gresik mendatangi kantor dinas sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik, Selasa (25/1). 

Mereka mendesak Dinsos Gresik mengusut tegas segala dugaan penyalahgunaan Bansos yang menjadi hak warga miskin keluarga penerima manfaat (KPM). Tak hanya itu, massa juga menuntut Dinsos Gresik menginstruksi seluruh desa se-Kabupaten Gresik menempelkan data penerima Bansos di papan pengumuman sebagai bentuk transparansi kepada publik.

Pantauan di lokasi, massa berjumlah tidak kurang 30 orang didominasi kalangan pemuda itu datang dari Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme. Mereka melakukan aksi unjuk rasa dengan berjajar sembari membentangkan spanduk di halaman kantor Dinsos Gresik. Sementara orator berorasi menyampaikan tuntutan mereka.

“Kami meminta ketegasan Dinsos Gresik agar seluruh permasalahan bantuan sosial entah itu BPNT maupun PKH segera diusut tuntas, agar persoalan tidak berlarut-larut,” teriak Syafiuddin dalam orasinya. 

Syafiuddin mencontohkan, salah satu permasalahan yang hingga kini dinilai belum sepenuhnya tuntas adalah terkait Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) milik KPM Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme yang dipindahtangankan oleh oknum pemerintah desa (Pemdes) setempat. 

“Salah satu contoh adalah permasalahan penarikan kartu KKS milik 44 KPM di Desa Sukoanyar yang dipindahtangankan oleh oknum pemdes yang hingga kini juga belum sepenuhnya tuntas, terutama pengembalian seluruhnya bantuan yang sudah ditarik oleh oknum pemdes,” terangnya. 

Dalam aksi itu, perwakilan Komite Rakyat Gresik ditemui oleh Kepala Dinsos Gresik, Ummi Khoiroh beserta jajaran dari pihak-pihak terkait. Perwakilan massa aksi selanjutnya menyampaikan agar Dinsos Gresik melakukan penelusuran terhadap permasalahan kartu KKS milik 44 KPM di Desa Sukoanyar yang dipindahtangankan oleh oknum pemdes. 

“Kami minta kejelasan 44 KKS milik KPM warga Desa Sukoanyar yang dipindah tangan kanan oleh oknum pemdes, apakah saat dipindahtangankan status kartu masih aktif atau bagaimana, dan apakah sudah dikembalikan keseluruhan,” ungkap Feri Sulistiono, warga Sukoanyar yang juga selaku Koordinator Komite Rakyat Gresik. 

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Dinsos Gresik, Ummi Khoiroh menyatakan, pihaknya siap menelusuri permasalahan 44 KKS milik KPM warga Desa Sukoanyar yang dipindahtangankan oleh Pemdes setempat. 

“Akan kami tindaklanjuti permasalahan itu, kongkritnya akan kami lakukan pembinaan terhadap seluruh jajaran kami dan juga kepada seluruh pendamping, terlebih terkait monitoring dan evaluasi terhadap mekanisme penyaluran Bansos apapun namanya,” pungkasnya.