Puisi-puisi Latief S Nugraha: Bahasa Seorang Pembawa Pesan

-

Bahasa Seorang Pembawa Pesan

Di Koeln, ketenteraman kacau.
Pengusiran. Pengasingan.
Kemiskinan. Penyakit.

Lalu pembunuhan itu.

Tapi, ketika para pahlawan
dan tokoh-tokoh martir romantik lahir
di British Museum London,
di keremangan ruang baca
bagi bahasa seorang pembawa pesan,
sebuah risalah ditulis.

Kecaman dan peringatan keras
yang melampaui abad sembilan belas.

“Tanpa musuh dan perang, tak ada pertempuran,
tak ada kepandaian, tak ada perdamaian!”

Dan, surat kabar pagi terbit untuk diacuhkan
para buruh yang belum menerima upah.

Yogyakarta, 2019

Arena

Pierre Bourdieu

Ada banyak alasan,
tapi lebih banyak batasan.

Di setiap kurun waktu
ada pertarungan,
ada yang menciptakan epos.

Ia menoreh tanda, sebagai masa lalu,
sebagai jarum jam yang berhenti,
semacam eksodos.

Suatu pertarungan
demi memenangkan pertaruhan.

Yogyakarta, 2019

Siklus

Pada suatu masa, tak ada warna di pengungsian.
Risau perpisahan terus terulang.
Tapi, sepotong pintu akhirat itu bukanlah jera.
Siapa yang mengerti alasannya?

Jawaban kita selalu saja luput,
bahkan sebelum ditulis di papan.
Kita saksikan yang luas dan leluasa
pengetahuan yang dimiliki oleh yang tersisa.

Sebuah potret, atau luka,
goresan yang mencoret muka.
Pada suatu petang, pada perang yang lain
kepada sebidang tanah orang-orang kembali.

Yogyakarta, 2020

Oya

Aku mendengar ricik, seperti simfoni musik romantik.
Tapi bukan komposisi Beethoven, bukan komposisi Schubert, bukan pula komposisi Berlioz, melainkan campursari Manthous.

Yogyakarta, 2020

Parangtritis

Tak ada batu karang di Parangtritis.
Tak ada kalah menang, tapi kulihat kau menangis.
Apakah kau sedang bermain opera seria?
Sebuah drama sedih, sebuah tragedi.

Tapi, kita di pesisir selatan Jawa. Barangkali,
kita sedang mempersembahkan langendriya.

Yogyakarta, 2020


Latief S Nugraha, lahir di Kulon Progo, 6 September 1989. Ia adalah carik di Studio Pertunjukan Sastra. Buku puisinya Menoreh Rumah Terpendam (2016) dan Pada Suatu Hari yang Mungkin Tak Sebenarnya Terjadi (2020). Bukunya yang lain, Sepotong Dunia Emha (2020).

Beritabaru menerima karya berupa cerpen dan puisi untuk dimuat di hari Sabtu dan Minggu. Silakan kirimkan karya kalian ke [email protected] beserta biodata dan nomer rekening dalam satu file word.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments