Berita

 Network

 Partner

Kamu itu Cantik, Asal Kamu Perempuan
(Foto: Istimewa)

Kamu itu Cantik, Asal Kamu Perempuan

Berita Baru, Tips – “Dia cantik ya,” begitulah kau bergumam setiap kali membuka Instagram, mengagumi setiap wajah cantik yang kau lihat. Lalu, kau melangkah menuju cermin. Dan, senyummu memudar, tatapanmu berubah kritis.

“Coba kalau hidungku lebih mancung. Coba kalau pipiku nggak setembem ini. Coba kalau lenganku nggak segede ini. Coba kalau kulitku lebih putih.” Dan ini, dan itu.

It was sad yet inevitable. Kau menjadi tersangka sekaligus korban body shaming untuk dirimu sendiri. Kau menyempitkan definisi cantik, lalu tersiksa dengan definisi yang kau buat sendiri. Kau berusaha menghubungkan relevansi antara jodoh dan kecantikan. Padahal tiap orang memiliki preferensi sendiri. Setiap orang memiliki definisi cantik yang berbeda. Dan, jodoh tak pernah berkorelasi dengan kecantikan.

Berita Terkait :  Komnas Perempuan: Kasus KDRT terhadap Perempuan Tertinggi Setiap Tahun

Mudah-mudahan akan datang suatu pagi: ketika kau melangkah menuju cermin, melihat berbagai kekuranganmu, tetapi berusaha membunuh pikiran negatif, berusaha tersenyum dan berkata, “Alhamdulillah, aku bisa melihat dengan normal. Alhamdulillah, aku bisa bernapas dengan lancar. Alhamdulillah, aku bisa berjalan dengan baik. Di balik kekurangan ini, pasti ada hikmah yang belum aku tahu. Yang penting aku mensyukuri apa yang kutahu. Dan, bersabar terhadap apa yang aku belum tahu.”

Dan, jika kecantikan adalah hal terpenting di dunia ini, well, semua orang cantik menua, lalu lenyap. 

Cantik itu datangnya dari dalam hati dan pikiran kita bukan dari pikiran orang lain. Kita perlu banget untuk belajar percaya dan cinta sama diri sendiri untuk sadar kalau cantik itu beda-beda versinya di tiap wanita.

Berita Terkait :  RMI Harap Hari Santri 2021 Tidak Hanya Diisi Euforia Semata

Tiap wanita itu spesial, tiap wanita itu cantik, tiap wanita itu luar biasa. Jangan pernah mau digeneralisir, disamaratain, dianggap sama.

Coba berhenti bandingin diri kita dengan orang lain. Mulailah untuk gali kemampuan dan kelebihan yang kita punya. Kalau aja kita mau dan bisa rubah mindset kita yang selalu fokus sama kekurangan kita menjadi belajar untuk lebih bisa bersyukur dan menerima perbedaan tiap wanita. Pasti bisa paham kalau kita gak perlu berkompetisi tidak sehat dengan wanita lainnya.