Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Proyek Pipanisasi PDAM Didemo Warga, Dewan Minta Pelaksana Tuntaskan Sosialisasi

Proyek Pipanisasi PDAM Didemo Warga, Dewan Minta Pelaksana Tuntaskan Sosialisasi

Berita Baru, Gresik – DPRD Kabupaten Gresik memberikan tanggapan serius terkait adanya protes proyek pipanisasi PDAM oleh warga terdampak di Desa Sembayat Kecamatan Manyar.

Wakil rakyat meminta agar pelaksana proyek bekerja sesuai aturan dan jangan sampai merugikan masyarakat sekitar. Apalagi, jika proyek tersebut berdampak terhadap lingkungan sekitar penanaman pipa.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik M Syahrul Munir mengatakan, proyek pipanisasi mulai dari Bendung Gerak Sembayat (BGS) hingga ke wilayah Kecamatan Manyar harus dikerjakan dengan serius dan profesional.

“Pekerjaan perbaikan oleh rekanan juga harus profesional. Jangan asal-asalan karena warga kami yang akan terdampak,” kata Syahrul, Senin (22/2).

Politisi muda asal dapil VIII (Sidayu, Manyar, Bungah) itu mengungkapkan, seharusnya sebelum adanya proyek harus menuntaskan sosialisasi kepada masyarakat terlebih dahulu, utamanya yang terdampak.

“Sosialisasi kepada masyarakat yang terdampak proyek pembangunan khususnya desa yang dilalui kegiatan proyek jangan dibuat main-main, karena imbasnya mereka langsung yang merasakan,” ucapnya.

Ketua Fraksi PKB ini berharap adanya partisipasi aktif masyarakat untuk melaporkan dan bersurat secara resmi agar dewan bisa menindaklanjuti dengan hearing.

“Hingga saat ini belum ada yang bersurat secara langsung ke Dewan. Kami harap partisipasi aktif masyarakat baik itu yg terdampak proyek atau pengguna layanan PDAM untuk melaporkan juga ke kami agar kita hearing segera bersama,” tambahnya.

Sementara itu salah satu warga yang melakukan aksi, Ali Mukhtar mengungkapkan adanya proyek pipanisasi di wilayahnya sangat berdampak terhadap lingkungan.

Apalagi diungkapkan Ali, sebagian rumah warga retak akibat diduga akibat proyek penanaman pipa yang menggunakan sistem bor pipa bawah tanah.

“Jadi kami belum diundang untuk sosialisasi. Jika, suatu saat imbas proyek itu rumah warga ada yang retak atau apa, kami harus wadul ke siapa,” tuturnya.

Dia pun menyayangkan sikap PDAM Gresik yang tak menuntaskan sosialisasi kepada masyarakat terdampak. Padahal, banyak warga sekitar yang belum mendapatkan kompensasi akibat proyek tersebut.

“Sosialisasi jangan terkesan hanya simbolis. Kami takut jika ada penurunan tanah, dan kalau rumah kami retak bagaimana. Harus ke siapa. Simpel permintaan masyarakat, bagaimana tanggungjawabnya,” jelasnya.