Berita

 Network

 Partner

Prototipe Roket SpaceX, Pesawat Pengangkut Manusia ke Luar Angkasa Meledak

Prototipe Roket SpaceX, Pesawat Pengangkut Manusia ke Luar Angkasa Meledak

Berita Baru, Internasional – Prototipe roket SN8, milik SpaceX, jatuh dan meledak pada Rabu malam (9/12) saat uji coba penerbangan di Texas. Roket itu diproyeksikan untuk mengangkut manusia ke bulan dan Mars suatu hari nanti.

Seperti dilansir dari Sputnik News, kerusakan mesin yang terjadi pada roket menyebabkan roket terperosok ke tanah dan meledak.

Penerbangan suborbital ini dirancang untuk menguji sejumlah tujuan, mulai dari kinerja tiga mesin Raptor kendaraan hingga kemampuan entri aerodinamis kendaraan secara keseluruhan (termasuk penutup bodi) hingga cara kendaraan mengelola transisi propelan. SN8 juga akan mencoba melakukan manuver flip pendaratan, pertama kalinya untuk kendaraan sebesar ini,” kata SpaceX dalam pernyataan di situsnya sebelum pengujian.

Berita Terkait :  Iran Sita Tanker Minyak Inggris, Ketegangan Global Memuncak

Roket baru ini dimaksudkan untuk dapat digunakan kembali sepenuhnya seperti roket Falcon 9 dan Falcon Heavy milik perusahaan, dan untuk membawa kargo dan penumpang ke luar angkasa.

Awal tahun ini, prototipe SN5 dan SN6 dari roket Starship melakukan penerbangan uji jarak pendek 500 kaki. Uji coba penerbangan pada hari Rabu dimaksudkan untuk mencapai ketinggian 41.000 kaki. Ia juga dimaksudkan untuk berputar dan mendarat tegak, pada posisi yang sama saat lepas landas. Namun demikian, saat sedang berputar, mesin roket sepertinya terputus sesaat sehingga menyebabkan roket jatuh terperosok ke tanah, meledak dalam bola api besar.

“Banyak hal harus dilakukan dengan benar, jadi mungkin 1/3 peluang untuk sukses,” kata Musk bulan lalu sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang tes tersebut. “Tapi itulah mengapa kami memiliki roket SN 9 & SN10”, tambahnya.

Berita Terkait :  Pemimpin Sindikat Narkoba Asia Paling Dicari Dunia Tertangka di Belanda

“Pendakian yang berhasil, peralihan ke tangki header & kontrol flap yang tepat ke titik pendaratan!” kata Musk dalam cuitannya di Twitter tak lama setelah ledakan. “Tekanan tangki bahan bakar rendah saat melakukan pendaratan, menyebabkan kecepatan pendaratan menjadi tinggi & RUD, tetapi kami mendapatkan semua data yang kami butuhkan! Selamat tim SpaceX, ya !!”

Setelah SpaceX berhasil meluncurkan astronot ke luar angkasa untuk pertama kalinya pada bulan Juni, Musk mengarahkan perusahaan tersebut untuk mengembangkan kendaraan Starship, menjadikannya prioritas utama SpaceX. Roket tersebut dimaksudkan untuk membawa manusia tidak hanya ke luar angkasa, tetapi juga ke bulan dan Mars.