Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Presiden Palestina Minta Internasional Bersuara untuk Menghentikan Genosida di Gaza
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas

Presiden Palestina Minta Internasional Bersuara untuk Menghentikan Genosida di Gaza



Berita Baru, Jakarta – Presiden Palestina, Mahmoud Abbas mengeluarkan seruan dan mendesak kepada komunitas internasional agar segera mengambil tindakan untuk mengakhiri apa yang dia sebut sebagai “genosida di Gaza.” Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Abbas menyoroti perlunya “penghentian agresi, pemberian bantuan kemanusiaan, pencegahan pengungsian, dan penghentian serangan oleh pemukim dan tentara Israel di Yerusalem dan Tepi Barat.”

“Ini adalah tindakan penghancuran yang biadab. Bagaimana mungkin dunia tetap diam atas pembantaian ini?” ungkap Abbas, sebagaimana dikutip dari Aljazeera pada Minggu (29/10/2023).

Gaza telah menghadapi serangan berkelanjutan dari Israel yang telah menewaskan lebih dari 7.700 orang, sebagian besar di antaranya adalah warga sipil, termasuk anak-anak.

Konflik yang sedang berlangsung ini dimulai setelah kelompok militan Hamas melancarkan serangan mendadak ke wilayah Israel pada tanggal 7 Oktober lalu. Serangan tersebut menyebabkan lebih dari 1.400 orang tewas, sebagian besar di antaranya adalah warga sipil, sementara 229 orang lainnya disandera.

Beberapa negara telah mengeluarkan seruan agar Israel dan Hamas mencapai gencatan senjata. Selain itu, Majelis Umum PBB telah menyetujui resolusi yang mendorong tercapainya “gencatan senjata kemanusiaan” segera di Gaza antara Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas. Resolusi tersebut juga menekankan pentingnya memberikan akses bantuan ke Jalur Gaza dan melindungi warga sipil.

Gencatan senjata kemanusiaan diakui sebagai langkah yang penting untuk melindungi warga sipil yang terdampak oleh kekerasan dan dampak konflik, sehingga mereka dapat menerima bantuan yang sangat dibutuhkan.

Meskipun seruan untuk gencatan senjata telah berkumandang, Israel tampaknya belum bersedia mengakhiri perang ini. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa perang di Gaza akan berlangsung lama dan akan menjadi sebuah konflik yang sulit.

“Perang di dalam Gaza akan berlangsung lama. Ini adalah perang kemerdekaan kedua kami. Kami akan menyelamatkan negara kami,” tegas Netanyahu, seperti yang dikutip oleh CNN.

Netanyahu mengungkapkan bahwa tahap kedua dari perang melawan Hamas telah dimulai, dengan tujuan menghancurkan sayap bersenjata dan pemerintahan Hamas serta untuk mengembalikan para sandera yang ditahan oleh Hamas.

“Para pejuang heroik kami memiliki satu tujuan: Untuk menghancurkan musuh ini dan memastikan keberadaan negara kami. Tidak akan pernah lagi. ‘Tidak akan pernah lagi,’ sekarang,” tambah Netanyahu.