Pesawat Militer Pakistan Menabrak Pemukiman, 18 Orang Meninggal

Pesawat Militer Pakistan, Turbo King 350 jatuh
Pesawat Militer Pakistan, Turbo King 350 jatuh di pemukiman warga (citra Indonesia)

Beritabaru.co, Internasional. – Sebanyak 18 orang tewas, akibat jatuhnya pesawat militer Pakistan, Turbo King 350, yang menabrak daerah perumahan di dekat kota Rawalpindi, Pakistan, pada hari Selasa (30/07) pukul 02:00 waktu setempat (07:00 GMT).

Rawalpindi berada di ibu kota Islamabad, merupakan daerah dekat situs markas besar tentara Pakistan.

Menurut petugas layanan pertolongan, dari ke 18 korban meninggal, 5 diantaranya adalah awak pesatwat sedangkan sisanya warga sipil.

“Semua tubuh terbakar parah, sehingga tes DNA diperlukan untuk identifikasi,” kata Farooq Butt, juru bicara layanan penyelamatan.

Menyikapi kejadian itu, Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan melalui akun Twitter resmi pemerintah menyampaikan belasungkawa. Ia juga berharap agar para korban yang terluka segera pulih.

Dilansir dari BBC, sebelum jatuh pesawat milik Angkatan Darat Pakistan itu sedang dalam pelatihan penerbangan.

Kronologi kecelakan, pesawat Turbo King 350 Air, dilaporkan berbelok tajam di dekat bandara tujuan sebelum turun. Seorang saksi mengatakan pesawat telah terbakar sebelum mendarat di pemukiman warga.

“Saya bangun ketika pesawat terbang di atas kamar saya dan sudah terbakar di udara,” kata saksi kejadian dari warga Ghulam Khan. “Suara itu sangat menakutkan, padahal itu hanya pesawat kecil yang kemudian jatuh di sebuah rumah tempat keluarga dulu tinggal.,” tambahnya lagi.

Berita Terkait :  Memanas, Robert Zoellick Sebut Hubungan AS-China di Level Membahayakan

Saksi lain, Yasir Baloch, mengatakan: “Ekor pesawat terbakar dan sekitar dua hingga tiga detik kemudian menabrak empat rumah dari rumah saya dan terbakar menjadi abu.”

Seorang warga bernama Yamin, yang berada di dekat lokasi kejadian mengatakan dia telah berlari meninggalkan rumahnya yang terbakar bersama istri, anak perempuan dan orangtua nya, tetapi saudara lelakinya, ipar perempuan dan keponakan laki-lakinya tidak terselamatkan.

“Jendela dan pintu kamar mereka dikunci. Kami mencoba melakukan yang terbaik untuk mengeluarkannya, tetapi tidak bisa,” kata Yamin.

Gambar-gambar yang beredar dari tempat kejadian menunjukkan bangunan yang menghitam yang telah menjadi puing-puing. Seorang wartawan dari kantor berita AFP mengatakan asap masih nkeluar dari puing-puing pesawat militer Pakistan.

Insiden ini bukan kali pertama. Pada 2010  sebuah pesawat yang dioperasikan oleh maskapai swasta Airblue jatuh di dekat Islamabad, menewaskan semua orang berjumlah 152 di dalamnya, dan ini merupakan bencana udara paling besar dalam sejarah Pakistan.

Pada 2012, sebuah Boeing 737-200 yang dioperasikan oleh Bhoja Air Pakistan jatuh dalam cuaca buruk karena pendekatannya untuk mendarat di Rawalpindi, menewaskan 121 penumpang dan enam awak.

Berita Terkait :  Jerman: Keanggotaan G7 Dapat Diubah Hanya Melalui Keputusan Semua Anggota

Dan pada 2016, sebuah pesawat Pakistan International Airlines terbakar ketika melakukan perjalanan dari Pakistan utara ke Islamabad, menewaskan 47 orang.

 Penulis : Nafisa Fiana
 Sumber  : BBC
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan