Perjalanan Ketua Fraksi PKB Jatim Bersama Gus Sholah

Berita Baru, Gresik – Indonesia berduka kehilangan KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah), seorang ulama besar cucu pendiri NU merupakan tokoh yang toleran dan sangat sederhana.

Begitu pula yang dirasakan oleh Fauzan Fauzan Fuadi, Ketua Fraksi PKB Jawa Timur. Dirinya termasuk salah seorang yang merasa sangat kehilangan lantaran hubungan yang dekat dengan Gus Sholah.

Ia mengatakan, Gus Sholah sosok yang rendah hati dan tidak bersekat dengan masyarakat. Sebagai tokoh besar yg lahir dari dzurriyah pendiri NU Hadratus Syech KH.Hasyim Asyari, beliau terbiasa bergaul dg siapa saja tanpa melihat asal-usul yang bersangkutan.

“Tahun 2005, saat saya masih Ketua PC PMII Kota Malang, saya pernah mengundang beliau hadir dalam sebuah kegiatan dan saya tidak menyangka sama sekali kalau beliau berkenan hadir. Padahal saya mengundang beliau hanya via telpon, dan beliau tentu saja tidak mengenal siapa saya. Saya merasa bersalah dan tidak sopan, tokoh sekelas beliau hadir di acara kami tanpa terlebih dahulu kami sowan kepadanya,” ungkap Fauzan kepada pewarta Beritabaru.co sesaat usai mengikuti prosesi pemakaman Gus Sholah, Senin (03/02).

Berita Terkait :  Pandemi dalam Karya Kolase Nasirun

Lanjut Fauzan, Bangsa Indonesia pasti sangat kehilangan sosok hangat dan bersahaja seperti beliau. “Sugeng tindak Gus Sholah.”

“Ketika pencalonan Bu Khofifah yang diusung oleh PKB sebagai Calon Gubernur Jatim terganjal, saya berkesempatan mendampingi Gus Sholah unjukrasa di depan kantor KPU Jatim memprotes penjegalan Bu Khofifah. Tokoh sekaliber beliau rela turun jalan demi memperjuangkan kebenaran. Beruntung sekali saya berkesempatan punya pengalaman berinteraksi dengan Gus Sholah. Meskipun hanya sekilas, tapi itu sangat membekas sekali dalam perjalanan politik saya sampai hari ini,” pungkasnya.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan