Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Gunung Tamborine

Penduduk Gunung Tamborine Krisis Air Akibat Penambangan Komersial



Berita Baru, Internaisonal – Penduduk daerah gunung Tamborine, Australia, mengaku mengalami kesulitan dalam mengakses air. Hal itu dikarenakan penambangan air secara komersial oleh perusahaan yang ugal-ugalan.

Gunung Tamborine adalah salah satu sumber terbesar air minum dalam kemasan Australia. Namun, banyak penduduk gunung Tamborine mengatakan bahwa pemompa air milik perusaan berada terlalu dalam sehingga warga yang hanya mengandalkan pompa dan tangki penadah air hujan yang relatif dangkal tidak dapat mengaksesnya.

Dilansir dari The Guardian, Jumat (20/12), komunitas masyarakat di pedalaman Gold Coast adalah salah satu dari kelompok penduduk di Australia timur yang tanpa pasokan air reticulated.

Puluhan bor lokal mengering akibat kekeringan. Sumber air cadangan, pompa bensin di Canungra terdekat abhkan telah ditutup.

“Semuanya menjadi sangat mengerikan,” kata Michael O’Leary, seorang penduduk yang telah tinggal sekitar 24 tahun.

O’Leary juga menceritakan kejadian beberapa minggu yang lalu, tangki air hujannya mengering dan dia melihat tumpukan tangki penduduk setempat yang menunggu pengiriman air. Untuk bertahan hidup sementara itu, O’Leary menumpuk kubus air ke dalam vannya dan mengisinya dari lubang teman.

“Cukup sedih dan mengecewakan, di mana orang-orang berjuang untuk mendapatkan air, sementara mata mereka melihat kapal tanker berlalu-lalang dari gunung setiap hari mengirimkan air ke perusahaan-perusahaan pembotolan air,” katanya.

Terdapat beberapa bukti yang menunjukkan krisis air tersebut secara langsung disebabkan oleh tiga operasi penambangan air komersial. Dimana total ada sekitar 100 juta liter air per tahun dari gunung ditambang.

Pemerintah Queensland dan para ekstraktor itu  menunjuk pada studi yang menunjukkan bahwa air yang dijual di luar gunung jumlahnya hanya sebagian kecil dari imbuhan tahunan untuk akuifer melalui curah hujan.

Tetapi industri, yang sebagian besar beroperasi tanpa pengawasan lokal dan negara, telah menjadi fokus kemarahan lokal yang terus semakin meningkat. Banyak yang mengatakan keberlanjutan jangka panjang dari sumber daya air gunung adalah masalah terpisah dari ketersediaan bagi penduduk lokal di saat kekeringan.

John Penglis, direktur salah satu dari tiga penjual air komersial di luar gunung di Gunung Tamborine mengatakan bahwa dia sedang meproses agar penduduk lokal memungkinkan untuk mengakses air dari lubang di seberang jalan, dengan dasar nirlaba.

Ia menyangkal keras bahwa katifitas perusahaannya menjadi sumber masalah ketersediaan air masyarakat setempat. Ia bahkan menyebut beberapa warga dengan sebutan ‘ikan paus’.

“Orang-orang yang tinggal di sini di Gunung Tamborine, banyak dari mereka telah datang dari kota dan terbiasa mandi panjang dan air mengalir. Beberapa talang penuh daun dan bagaimana anda akan mendapatkan air di tangki anda jika anda punya selokan penuh daun?,” pungkasnya.