Pejabat Israel: Dunia Harus Berterimakasih kepada Israel atas Pembunuhan Fakhrizadeh

-

Berita Baru, Internasional – Salah seorang pejabat Israel diduga terlibat dalam pencarian Mohsen Fakhrizadeh selama bertahun-tahun.  Pejabat itu, yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada New York Times bahwa dunia harus berterima kasih kepada Israel atas pembunuhan Fakhrizadeh, yang oleh Tel Aviv disebut sebagai kepala program senjata nuklir yang diklaim Iran.

Fakhrizadeh, adalah seorang profesor Fisika di Universitas Imam Hussein dan peneliti top di Organisasi Energi Atom Iran. Ia, menurut Israel, menjadi ancaman yang cukup besar bagi komunitas internasional.

Mohsen Fakhrizadeh tewas pada 27 November dalam serangan penembakan dan pemboman di kota Absard, sebuah kota di timur Teheran. Tidak ada negara yang bertanggung jawab atas pembunuhannya, tetapi pejabat tinggi Iran menuding Israel berada dibalik penyerangan tersebut.

Seperti dilansir dari Sputnik News, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, menyebut Israel sebagai ‘pengecut’ karena tidak mau bertanggungjawab atas serangan yang diidentifikasi terdapat keterlibatan Israel. Selanjutnya, Presiden Iran, Hassan Rouhani, menuding Israel berada dibalik pembunuhan karena kematian Fakhrizadeh berada di Tel Aviv.

“Teroris membunuh seorang ilmuwan Iran terkemuka hari ini. Kepengecutan ini menunjukkan keributan yang putus asa dari para pelaku,” kata Zarif.

Iran menyerukan kepada komunitas internasional – terutama Uni Eropa – untuk mengakhiri standar ganda mereka yang memalukan & mengutuk tindakan teror negara ini.

Serangan Api dan Bom

Pada hari Jumat, Fakhrizadeh disergap di sebuah jalan pedesaan di Absard, saat sebuah truk berisi bahan peledak meledak di samping kendaraannya. Profesor itu kemudian dilaporkan diserang oleh beberapa pria bersenjata yang muncul dari mobil terdekat. Beberapa pengawal Fakhrizadeh tewas saat mereka baku tembak dengan para penyerang.

Fakhrizadeh, dalam kejadian itu juga terluka dan meninggal di rumah sakit tak lama kemudian. Menurut sumber Iran, beberapa penyerang juga tewas, dan beberapa di antaranya berhasil melarikan diri.

Menurut laporan The Times of Israel, yang mengutip sumber intelijen barat yang tidak disebutkan namanya, pembunuhan Fakhrizadeh adalah “puncak” dari rencana jangka panjang Tel Aviv untuk mencegah Iran memproduksi senjata nuklir.

Terlepas dari klaim Israel, Teheran berulang kali membantah telah terlibat dalam pembuatan senjata atom atau berniat melakukannya. Badan Energi Atom Internasional juga tidak menemukan bukti upaya pembangunan bom nuklir di negara itu sejak 2003.

Pembunuhan Fakhrizadeh digambarkan oleh kekuatan utama Timur Tengah sebagai tindakan “teroris”, dan Iran bersumpah untuk membalas kematiannya.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments