Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Kapal kargo Rusia yang membawa minyak mentah tiba di pelabuhan di Karachi, 11 Juni 2023. Foto: Karachi Port Trust (KPT)/AFP.
Kapal kargo Rusia yang membawa minyak mentah tiba di pelabuhan di Karachi, 11 Juni 2023. Foto: Karachi Port Trust (KPT)/AFP.

Pakistan Sambut Hangat Kiriman 45.000 Metrik Ton Minyak Mentah Rusia



Berita Baru, IslamabadPakistan sambut hangat kiriman 45.000 metrik ton minyak mentah Rusia di bawah perjanjian yang ditandatangani antara kedua negara pada bulan April.

Musadik Malik, Menteri Junior Perminyakan Pakistan, mengatakan kepada saluran berita swasta pada hari Senin (12/6) bahwa harga bensin di negara itu akan turun setelah pasokan dari Rusia dimulai secara teratur.

“Jika kita mulai mendapatkan sepertiga dari minyak mentah kita dari Rusia, maka akan ada perbedaan harga yang besar dan pengaruhnya akan sampai ke kantong masyarakat,” katanya, dilansir dari Reuters.

Kargo yang membawa puluhan ribu ton minyak mentah itu tiba di kota selatan Karachi pada Minggu (11/6), dan merupakan yang pertama.

Pengiriman selanjutnya, yaitu 50.000 metrik ton, diperkirakan akan tiba akhir pekan ini.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyebut kedatangan minyak mentah Rusia sebagai “hari transformatif” bagi negara yang dilanda krisis itu.

“Saya telah memenuhi janji saya yang lain kepada bangsa,” cuitnya.

“Ini adalah kargo minyak Rusia pertama ke Pakistan dan awal dari hubungan baru antara Pakistan dan Federasi Rusia,” imbuhnya.

Rusia telah ditampar dengan sanksi dari kekuatan Barat setelah menginvasi Ukraina tahun lalu, memotong ekspor minyak dan gasnya ke Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Kesepakatan Pakistan memberi Moskow pasar minyak baru setelah India dan China saat konflik Ukraina berkecamuk.

Pakistan, negara terpadat kelima di dunia, terhuyung-huyung di bawah krisis ekonomi yang parah, mengakibatkan kekurangan mata uang asing untuk membayar impor bahan bakar.

Pengiriman minyak dilakukan pada saat negara tersebut memiliki cadangan devisa kurang dari $4 miliar, cukup untuk menutupi kurang dari empat minggu impor.

Islamabad juga menunggu untuk menerima paket dana talangan $1,1 miliar dari Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai bagian dari program pinjaman $6,5 miliar yang akan berakhir bulan ini.