Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Ngabuburit Ulama Perempuan #8: Puasa Jadi Momen Bahagia Mengungkap Cinta dalam Keluarga
Nyai Ulya Izzati, Simpul Rahima Magelang Jawa Tengah. (Foto: SC/Swararahimah)

Ngabuburit Ulama Perempuan #8: Puasa Jadi Momen Bahagia Mengungkap Cinta dalam Keluarga



Berita Baru, Jakarta – Puasa tidak hanya mendatangkan hikmah bagi individu yang menjalankan, akan tetapi juga menjadi momen bahagia dalam keluarga. Ada beberapa sunnah bisa dilakukan yang dapat memperkuat kebaikan relasi antara suami dan istri.

Nyai Ulya Izzati, Simpul Rahima Magelang, Jawa Tengah menjelaskan, dalam kitab fikih Fathulqaribul Mujib, karya Syaikh al Imam Abdi Abdillah Muhammad bin Qasim al Ghazi dikatakan ada tiga sunna yang bisa dilakukan saat puasa di bulan Ramadan.

“Pertama, menyegerakan berbuka puasa. Kedua, mengakhirkan sahur dan yang ketiga menghindari perkataan-berkata yang kotor”, kata Nyai Ulya dalam acara Ngabuburit bersama Ulama Perempuan pada hari Sabtu, 20 April 2021 yang disiarkan dalam channel youtube Swararahima dotcom.

Menurut Nyai Ulya, Allah SWT menjamin dua kebahagiaan bagi orang yang menjalankan ibdah puasa. Pertama kebahagiaan pada saat berbuka dan yang kedua kebahagiaan pada saat bertemu Allah di akhirat.

“Maka seharunya berpuasa menjadi monen kebahagiaan dalam keluarga, lebih-lebih bagi sepasang suami istri. Momen kebersamaan untuk mengungkap cinta, untuk memupuk kasih sayang. Sehingga saat berbuka puasa dan sahur betul-betul dirasakan sebagai momen kebahagian,” ungkapnya.

Perlu Kerjasama dalam keluarga, lanjut Ulya, supaya dalam menjalankan sunnah menyegerakan berbuka  dan mengakhirkan sahur bisa dirasakan dengan hati gembira, bahagia dan membahagiakan satu sama lain.

Selain itu, Nyai Ulya juga mengungkap hikmah dibalik diakhirkannya sahur, yaitu memberi pelajaran bagi keluarga untuk menunaikan ibadah yang keutamaannya sangat besar di sepertiga malam atau qiyamullail.

“Apabila tugas bersama bisa laksanakan dengan baik, maka pasangan suami istri akan dapat merasakan kenikmatan bermunajat Allah SWT dan ber-taqarub kepada-Nya,” jelasnya.

Berpuasa, menurutnya juga mendidik pasangan suami istri untuk mengucapkan perkataan menyejukkan dan penuh kasih sayang. Karena salah satu bentuk kesunnahan puasa adalah menghindari atau meninggalkan perkataan dan berkata kotor seperti mengumpat, mencaci dan berbohong.

“Untuk itu marilah kita ingatkan diri kita sendiri dan pasangan untuk selalu mengatakan perkataan yang bermanfaat dan meninggalkan hal-hal yang menimbulkan madhorot. Sehingga puasa dapat jadi momen dalam keluarga untuk menguatkan tali kasih dan cinta,” tutupnya. (MKR)