Nasib Naas Pekerja Seks Thailand di Tengah Krisis COVID-19

Pekerja Seks Thailand
(Foto: RIA Novosti . Vitaly Ankov)

Berita Baru, Internasional – Usaha karantina wilayah yang dilakukan oleh pemerintah di beberapa negara dalam upaya mengekang penyebaran virus korona telah menyulitkan banyak pekerja, termasuk pekerja seks. Di Thailand, para pekerja seks yang sebelumnya bebas mangkal di bar, panti pijat, dan tempat-tempat lain, kini mereka terpaksa harus turun ke jalanan karena banyak tempat yang tutup.

Di Thailand, para pekerja seks tidak mampu melakukan isolasi diri di rumah. Mereka terus mencari pelanggan di jalanan di luar jam malam (pukul 10 malam sampai 4 pagi) yang mulai berlaku kemarin Jumat (3/4).  

“Saya takut virus (korona), tetapi saya perlu mencari pelanggan sehingga saya bisa membayar kamar dan membeli makanan,” ujar Pim, seorang pekerja seks transgender berusia 32 tahun, kepada AFP.

Pim sekarang berada di sebuah daerah di Bangkok. Tempat yang dulunya terang benderang, di mana beberapa bar dan rumah bordil buka, kini terlihat gelap gulita.

Dilema menghantui Pim dan pekerja seks lainya. Di satu sisi, ia harus mengisolasi diri agar tidak terinfeksi virus namun beresiko kelaparan dan diusir. Di sisi lain, tetap mencari pelanggan namun beresiko terinfeksi virus korona.

Berita Terkait :  Muda-Mudi Pasongsongan Bagikan Sembako untuk Warga Miskin

Bagi Pim, ia memilih untuk tetap mencari pelanggan. Tagihannya sudah menumpuk segunung. Akan tetapi, sudah 10 hari ini, ia belum mendapatkan satu pelanggan.

Teman Pim, Alice, yang juga pekerja seks transgender, juga telah dipaksa untuk pindah dari bar go-go ke jalan-jalan yang sebagian besar sudah tidak ada orang.

“Dulu saya bisa menghasilkan uang yang cukup, kadang-kadang USD300-600 seminggu,” kenang Alice.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini