Musim Panas Ekstrem di AS Akibat Pemanasan Global

-

Beritabaru.co, Internasional. – Orang-orang di seluruh AS telah kehabisan keringat akibat gelombang musim panas yang membakar  dan–penelitian menyatakan bahwa–mereka harus terbiasa dengan itu.

Pada abad berikutnya, perubahan iklim kemungkinan akan membuat kondisi panas yang ekstrem dan berdampak terhadap risiko kesehatan. Menurut sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Research Communications, pada akhir abad ini, bagian dari negara-negara  teluk bisa mengalami lebih dari 120 hari per tahun yang terasa seperti berada di atas 100 ° F.

Dilansir dari TIME, Rabu (17/7), Studi ini dilakukan oleh para peneliti dari Union of Concerned Scientists (UCS), sebuah organisasi nirlaba yang menggunakan ilmu pengetahuan untuk mengatasi masalah besar seperti perubahan iklim dan keberlanjutan masa depan lingkungan. Para peneliti UCS menggunakan data riwayat suhu dan kelembaban, serta berbagai model proyeksi iklim yang berpotensi meluapkan suhu panas yang berbahaya.

Berita Terkait :  Pesawat Rusia Dicegat Pesawat Tempur AS dan Kanada
Berita Terkait :  Presiden Maduro: Saya Wajib Mengunjungi Iran secara Pribadi untuk Berterima Kasih

National Weather Service menggunakan ukuran yang disebut indeks panas maksimum–yang memperhitungkan suhu dan kelembaban udara untuk menghitung seberapa panas suhu diluar–untuk memperingatkan orang-orang akan panas yang ekstrem. Kelompok ini biasanya mengeluarkan himbauan (panas) ketika indeks panas maksimum yang diramal akan mencapai setidaknya 100 ° F atau sekitar 38° C selama dua hari atau lebih. Pada tingkat ini, paparan panas yang lama dapat menyebabkan risiko kesehatan termasuk dehidrasi, memburuknya kondisi kronis, dan stroke panas, terutama untuk anak-anak dan orang tua.

Sementara itu, beberapa bagian daerah di AS telah mengalami Indeks Panas 100 (HI100) hari per tahun, mereka jarang atau hampir tidak pernah merasakan dingin. Tetapi menurut proyeksi penelitian, itu tidak akan berlaku lama.

Berita Terkait :  Aktivitas Fisik Setiap Hari Mencegah Penurunan Kemampuan Otak
Berita Terkait :  Kali Pertama, Paus Fransiskus Tunjuk Perempuan Menjadi Sinode

Jika AS tidak membuat inisiatif substantif mengatasi perubahan iklim, gelombang panas akan menjadi bagian kehidupan yang hampir menyebar di banyak bagian negara pada akhir abad ke-21.

Itu berarti bagian dari Texas, Louisiana, Mississippi, Alabama dan Florida dapat mengalami hingga 120 HI100 hari per tahun, dan bagian selatan Texas dan Florida dapat menangani hingga 150 HI105 hari per tahun.

Kunci mengurangi emisi gas rumah kaca adalah pemerintah dengan kebijakan dan trobosan untuk mengendalikan dampak perubahan iklim–meski ada juga perubahan yang dapat dilakukan individu.

Langkah mengurangi limbah makanan dan memilih sumber makanan yang berkelanjutan juga memiliki sangat bermanfaat. Hal lain yang bisa dilakukan seperti berjalan, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum untuk mengurangi penggunaan transportasi pribadi yang berdampak sangat besar terhadap polusi.

Penulis : Nafisa Fiana
Sumber: TIME
Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments