Berita

 Network

 Partner

Menpora Minta Mahasiswa Punya Skill Wirausaha Hadapi Bonus Demografi

Menpora Minta Mahasiswa Punya Skill Wirausaha Hadapi Bonus Demografi

Berita Baru, Jakarta – Menpora Zainudin Amali mengapresiasi Universitas Negeri Padang (UNP) yang telah menempatkan kewirausahaan menjadi mata kuliah wajib. Menurutnya, salah satu ukuran kemajuan perekonomian suatu bangsa adalah bidang kewirausahaan.

“Saya sangat senang dan apresiasi Pak Rektor dan seluruh civitas akademika UNP yang telah menempatkan kuliah kewirausahaan menjadi mata kuliah wajib,” kata Menpora Amali, dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/9).

Hal itu ia ungkap saat membuka kegiatan Kuliah Kewirausahaan Pemuda secara virtual, Jumat (10/9), dengan tajuk ‘Strategi Meningkatkan Kapasitas Usaha’. Acara tersebut digelar atas kejasama Kemenpora bersama bersama Universitas Negeri Padang (UNP).

Dalam kesempatan tersebut, Amali menyampaikan bahwa pihaknya bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi menggelar kuliah kewirausahaan pemuda, sebagai perwujudan mendorong semangat kewirausahaan di masyarakat.

“Sebab, kita tahu bahwa salah satu ukuran kemajuan perekonomian suatu bangsa atau kemakmuran suatu masyarakat itu ditunjukkan dengan besarnya persentase dari masyarakat yang bergerak di bidang kewirausahaan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut, kata Amali, merupakan tindak lanjut dari salah satu program prioritas Kemenpora, yaitu pemberdayaan pemuda menjadi kreatif, inovatif, mandiri dan berdaya saing serta menumbuhkan semangat kewirausahaan.

“Itulah menjadi dasar program-program prioritas kami. Kami menjalankan kegiatan-kegiatan, salah satunya adalah penumbuhan minat wirausaha di kalangan pemuda. Khususnya para mahasiswa yang ada di perguruan tinggi,” tuturnya.

“Mahasiswa harus kita persiapkan dengan benar-benar, selain mereka kita bekali dengan kemampuan akademik tetapi juga harus ada tambahan bekal buat mereka, yakni kemampuan kewirausahaan,” tambahnya.

Menpora juga mengingatkan agar para mahasiswa mempersiapkan tantangan bonus demografi sejak dini, karen mereka akan berhadapan dengan persaingan yang luar biasa, terlebih untuk mendapatkan lapangan pekerjaan.

“Kalau tidak dipersiapkan para mahasiswa yang nanti akan mengisi saat-saat itu di mana usia produktif akan lebih banyak, yang tadinya kita berharap bonus demografi ini menjadi manfaat buat bangsa ini, buat negeri ini, dia akan berkebalikan menjadi petaka buat negeri ini,” jelasnya.

Terkait hal ini, Amali menilai pengetahuan kewirausahaan harus dimiliki mahasiswa sehingga mereka dapat menciptakan lapangan kerja usai lulus kuliah. “Untuk para mahasiswa, harapan saya ikutilah kuliah kewirausahaan pemuda ini walaupun singkat tetapi pasti banyak hal yang anda akan dapatkan dari para narasumber,” imbuhnya.

“Sembari anda mengikuti mulai berpikir apa usaha yang anda akan lakukan, tuangkan perencanaannya, buat proposalnya,” kata Amali.

Amali juga berharap ke depan ada perubahan paradigma dari para mahasiswa dan pemuda untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan. Dengan demikian, mereka tak lagi berorientasi untuk bekerja di perusahaan swasta, menjadi PNS atau anggota TNI-Polri.

“Saya kira semangat-semangat seperti ini harus kita tumbuhkan. Saat ini menjadi wirausaha itu adalah pilihan terakhir setelah mentok kiri kanan lamaran kerja tidak direspon, tidak mendapatkan lapangan pekerjaan,” tukasnya.

Berita Terkait :  Presiden Jokowi Hormati KPK atas Penetapan Tersangka Menpora