Menko Polhukam Klarifikasi Ucapan yang Melukai Korban Gempa Ambon

Berita Baru, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto mengklarifikasi pernyataannya yang membahas soal warga Ambon, Maluku setelah diguncang gempa berkekuatan 6,5 magnitudo.

Guncangan gempa 6,5 magnitudo yang terasa di Ambon pada Kamis lalu tergolong kuat dan telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah gedung di sekitar titik lokasi gempa. Sejauh ini dilaporkan bahwa total korban meninggal dunia dari tiga Kabupaten di Provinsi Maluku berjumlah 30 orang.

Dikutip sejumlah media online, Wiranto sebelumnya mengatakan, pemerintah sudah melakukan gerak cepat membantu para korban. Namun, jumlah pengungsi yang amat banyak tidak sebanding dengan kerusakan yang ada di daerah.

Penyebabnya, para pengungsi ditakut-takuti informasi bohong gempa susulan yang lebih besar atau tsunami. Warga yang terlalu lama mengungsi telah menjadi beban bagi pemerintah. Karena itu, Wiranto meminta warga setempat untuk kembali ke rumahnya masing-masing.

Pernyataan mantan Panglima ABRI itu tentang korban gempa di pengungsian yang membebani pemerintah kontan memancing kemarahan masyarakat. Bahkan Walikota Ambon, Richard Louhanapessy, diberitakan mengungkapkan kekecewaannya atas pernyataan Wiranto.

Berita Terkait :  Kepala BAPPENAS Janji Naikkan DAU Provinsi Maluku

Wiranto berusaha meluruskan maksud pernyataannya. Dikutip dari siaran pers Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Kelembagaan Kemenko Polhukam hari ini (Selasa, 2/10/2019), Wiranto mengatakan tidak ada alasan dan tidak mungkin dirinya sengaja melukai hati masyarakat Maluku yang sedang terkena musibah.

“Sebaliknya saya mengundang para menteri terkait yang menangani bencana alam, termasuk Kepala BNPB, untuk segera melakukan langkah-langkah cepat guna meringankan beban pederitaan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Maluku,” terangnya.

Menko Polhukam menerangkan, hasil rapat Pemerintah Pusat adalah segera memberikan bantuan sesuai standar tanggap darurat, antara lain bantuan korban meninggal dunia, bantuan untuk rumah yang rusak, bantuan kebutuhan dasar pengungsi, dan lain-lain.

Dilaporkan oleh Kepala BNPB bahwa banyaknya pengungsi bukan hanya karena rumahnya hancur, tetapi karena adanya informasi akan adanya gempa susulan yang lebih besar dan tsunami, padahal tak ada badan resmi yang memberi informasi seperti itu.

“Kesimpulan rapat perlu penjelasan kepada masyarakat tentang keadaan yang sebenarnya dan mengimbau masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing, karena dalam pengungsian pasti akan banyak masalah yang akan dihadapi, baik masalah pendidikan anak-anak juga adanya resiko penyakit yang biasa muncul di pengungsian,” kata Wiranto.

Berita Terkait :  Presiden Jokowi Beri Bintang Mahaputra Nararya untuk Fahri Hamzah dan Fadli Zon

Di penutup, Wiranto mengklaim, banyak pernyataannya belakangan ini dipakai untuk menyerang balik dirinya.

“Memang akhir-akhir ini banyak penjelasan-penjelasan saya yang saya arahkan untuk menenangkan masyarakat, justru diputarbalikkan untuk malah menyerang saya. Namun itu semua dapat diselesaikan dengan kesabaran dan kebesaran hati kita. Terima kasih, semoga penjelasan saya ini dapat dipahami,” tutup Wiranto.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan