Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Menhan Prabowo Subianto menerima kunjungan Dubes Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia, Lu Kang. (Foto: Instgaram @kemhanri)
Menhan Prabowo Subianto menerima kunjungan Dubes Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia, Lu Kang. (Foto: Instgaram @kemhanri)

Menhan Prabowo Terima Kunjungan Dubes Tiongkok, Perkuat Kerja Sama Kedua Negara

Berita Baru, Jakarta – Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menerima kunjungan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok H.E. Lu Kang di kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, pada Jumat (8/4).

Berdasarkan keterangan Kemhan RI pertemuan keduanya membahas hubungan bilateral kedua negara di bidang pertahanan, kerja sama pendidikan dan latihan, keamanan di kawasan Asia, serta peluang peningkatan kerja sama di masa yang akan datang.

Kerja Sama pertahanan antara RI dan RRT telah terjalin sejak 2007 dan telah menjalin kerja sama bidang pertahanan dalam bentuk penyelenggaraan forum pertemuan bilateral tahunan industri pertahanan.

Seperti Defense Industry Cooperation Meeting (DICM) dengan ketua delegasi pejabat setingkat Direktur Jenderal (Dirjen), dan kerja sama beberapa perusahaan China dengan sejumlah industri pertahanan Indonesia.

Diketahui ini merupakan kunjungan perdana Lu ke Kemhan RI sejak resmi bertugas sebagai Duta Besar Tiongkok Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) pada 22 Februari lalu. Ia berharap hubungan erat antara Tiongkok dan Indonesia terus terjalin.

Sebagai diplomat senior Tiongkok, Lu menyampaikan kepada Prabowo bahwa Indonesia merupakan negara di Asia yang sangat strategis dengan potensi kekuatan ekonomi yang cukup besar serta progresif dalam membangun kesejahteraan kedua negara.

Prabowo mengatakan hubungan Indonesia dengan Tiongkok memainkan peran penting di kawasan. Oleh karena itu, Indonesia dengan melibatkan ASEAN mendorong agar Tiongkok sepakat dengan visi-misi ASEAN, yakni stability, security, and prosperity untuk kemakmuran bersama masyarakat di kawasan.

Menurut Prabowo, peningkatan hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok di level comprehensive strategic partnership sudah seharusnya menyasar pada upaya penyelesaian terhadap masalah-masalah di kawasan, termasuk sengketa Laut China Selatan (LCS) atau Laut Natuna Utara.

Prabowo pun berharap dialog yang intens di antara kedua negara membuat peluang strategis ASEAN dan Tiongkok dalam melanjutkan pembahasan code of the conduct (CoC) yang efektif dan substantif segera dapat terlaksana. (mkr)